Gossipin album “GOSSIP”-nya Sleeping With Sirens

Hari ini aselinya aku lagi sebel banget sama seseorang, pingin meluapkannya di blog tapi nanti malah jadi nge-gossip.

Ah, ngomong-ngomong soal Gossip, belum lama ini Sleeping With Sirens baru aja rilis album berjudul “GOSSIP”, yang cover albumnya pakai gambar bibir cewek. Lah emang cuma cewek aja yang doyan nge-gossip? Cowok juga ada yang suka gossip, tapi cowok yang suka nge-gossip biasanya dapet titel “Cowok bermulut cewek”. Sian~

Cover

Oke ya. Beberapa bulan lalu, sejak informasi perilisan album baru SWS mulai terdengar, semua fans SWS pasti udah penasaran parah sama albumnya. Kira-kira bakalan sekeren album-album sebelumnya enggak nih?

Begitu udah rilis, terus didengerin satu per satu, rasanya kok gini ya?

Gini gimana?

Ya gini.

Kayak bukan dengerin Sleeping With Sirens, kayak dengerin ‘Sleeping’nya doang, karena lagu-lagunya letoy bikin ngantuk.

 

Banyak lagu yang hampir sama, bikin males nge-review satu per satu. Lagian review aku suka ngasal juga.

Album ini aku ngerasa lebih agak-agak nge-pop gitu, kurang ‘SWS banget’. Tau sendiri kan SWS lagu-lagunya kayak apa? Seru-seru, asik buat jingkrakan, dan gak flat, belum lagi teknik vokal Kellin si Siren jantan yang bikin siren beneran jadi minder. Tapi di album ini kekuatan vokal Kellin gak terlalu menonjol.

 

Cuma beberapa lagu aja sih yang aku lumayan suka, kayak Legends, Hole in My Heart, The Chase, yang lainnya hampir mirip sama yang aku sebutin, tapi lebih flat kayak papan nama di kelurahan, flat!

Lagu selownya paling aku suka I Need to Know, sama War doang. “I Need to Know” kayak ada manis-manisnya gitu, masih berasa lah sisi romantisnya SWS.

Eh tapi liriknya bukan yang romantis sih aselinya, kayak galaw gitu, cuman kayaknya  ini satu-satunya lagu bertema asmaraan di album Gossip.

 

Sayang banget, kurang sesuai ekspektasi. Tapi it’s ok lah, mungkin Kellin dan pasukannya lagi pingin nyoba sesuatu yang lain. Cuman kalau hasilnya kayak gini… udahan ya nyoba-nyobanya, buruan balik lagi ke SWS yang dulu.

Long live SWS!!

 

Oke deh. Makasih yang udah mampir. Aku mau tidur dulu sama siren. Bye~

SWS2017
daddy Kellin, wadaaawww~
Advertisements

Review produk : JOHNNY ANDREAN Styling Cream Natural & Moisture

Hay gaes! Aku mau sedikit bahas soal produk styling rambut nih, sambil cerita dikit.

Bulan September lalu aku potong rambut. Niatnya emang pingin potong pendek kayak rambutnya Freja, salah satu model androgini yang aku suka. Dan berhubung rambut aseliku udah mulai tumbuh (aku sempat smoothing rambut di akhir Januari lalu) jadi hasil potongannya malah beda jauh dari rambut pendek ala Freja XD

Tapi aku malah lebih suka yang kayak begini nih, soalnya aku memang pingin balik lagi ke rambut aseliku, rambut ikal yang terkesan klasik. *eak~*

Karena rambut lurus hasil smoothingan 8 bulan lalu udah dibuang, jadi yang sisa tinggal rambut pendek ikal yang… kering, kalau abis sampoan jadi ngembang kayak rambut singa, dan susah diatur kayak remaja jaman now.

 

Buat mengatasi permasalahan rambutku, aku nyari krim styling rambut yang kira-kira cocok buat rambut yang aku sayangi ini. Karena sebelumnya aku gak pernah potong rambut sependek ini, jadi aku gak tau krim styling rambut mana yang tepat. Nyoba merk ini, lengket banget. Nyoba merk itu, gak beda jauh.

Akhirnya pilihanku jatuh ke JOHNNY ANDREAN styling cream natural & moisture.

johnnyandrean

Belinya di Alfamart terdekat, dengan harga gak nyampe 20 ribu. Aku beli yang isi 125 g, dan sampai sekarang baru mau habis padahal dipake tiap hari, berarti udah hampir 2 bulanan tuh.

 

Johnny Andrean sendiri sengaja menciptakan produk ini dengan 2 fungsi, buat gaya-gayaan sekaligus bikin rambut sehat. Formula double care-nya membantu mempertahankan kelembapan rambut dengan Conditioning Agent dan menyehatkan rambut dengan Pro-Vitamin B5.

Krimnya gak lengket, begitu dipakai langsung nyatu sama rambut, udah gitu gampang buat ditata ulang. Hasil akhirnya keren, berkilau alami dan lembut. Produk ini mengandung conditioner yang melembapkan rambut.

Oh iya, aromanya juga aku suka, agak-agak mirip aroma parfum body lotion ‘Divine’ dari Oriflame.

 

JOHNNY ANDREAN styling cream ini kayaknya lebih cocok buat para pemilik rambut ikal.

Suka banget pokoknya.

Taken with Lumia Selfie

Taken with Lumia Selfie
background putih, kaos putih, biar hitam manisnya gak mubazir. dan dengan tatanan rambut seadanya menggunakan Johnny Andrean styling cream.

FYI, Johnny Andrean ini gak cuma ada produk krim styling rambut juga, tapi ada sampo, conditioner, tonic, dan hair spray-nya juga. Kapan-kapan nyobain sampo sama tonic nya yang buat numbuhin rambut deh, biar rambutku cepet panjang XD

Gitu aja deh. Thank you ^0^)//

Review abal-abal : EVOCATION II-PANTHEON album by ELUVEITIE

Hae teman-teman Helvetion~ udah tau kan ya, tanggal 18 Agustus lalu, Eluveitie baru aja rilis album baru, “EVOCATION II – PANTHEON”. Album ini adalah album akustik ke 2 Eluveitie setelah di tahun 2009 lalu mereka merilis album Evocation I. Bagi aku, album ini terasa spesial, soalnya ini album pertama mereka dengan formasi baru. Anyway, aku seneng banget karena mbak Nicole udah gabung lagi di Eluveitie setelah kemarin sempat hiatus buat ngurus anak-anaknya.

Eluveitie-2017

Namanya juga album akustik ya, jadi di sini lagu-lagunya gak nge-metal, tapi murni folk dan udah pasti menceritakan tentang sejarah dan budaya bangsa Celtic. Jadi jelas gak bisa dibandingkan sama album-album Eluveitie sebelumnya kayak Origins, Helvetios, dan sejenisnya yang folk-metal.

Evocation II berisi 18 lagu, semua lagu yang ada liriknya itu full pakai bahasa Celtic kuno, dan untuk bikin lirik lagunya, Chrigel bekerjasama dengan beberapa sejarawan Eropa, referensinya aja diambil dari skrip kuno Celtic yang udah berumur sekitar 2000 tahun. Niat banget emang!! Kayak lagu Brictom yang termasuk lagu di album Evocation I tahun 2009 dulu, bikin liriknya kan ngambil dari skrip kuno. Chrigel cs emang Nasionalis banget, gak mau ngasal buat bikin karya tentang budaya bangsanya sendiri.

 

Seperti biasa yes, kalau ada rilisan album baru dari band yang aku suka, bawaannya pingin sok-sok nge-review sotoy gitu. Yaudah deh, biar aku bahagia ya, aku mulai review-nya, dengan bermodal kesoktauan dan referensi ke-Celtic-an yang diambil dari internet.

eluveitie-evocation-ii-pantheon-cover

Album ini dibuka dengan track berjudul “DUREððU”, track pembuka berdurasi 1 menit 23 detik ini penuh dengan efek-efek suara angin, pekikan burung, dan ditutup dengan suara sang vokalis baru, Fabienne Erni, yang melantunkan sepenggal puisi(?) dalam bahasa Celtic kuno.

 

Di track ke 2 ada lagu yang judulnya mengingatkan kita sama bayang-bayang mbak Anna, “EPONA”. Walaupun sama-sama ada nama Epona (dewi kuda dan kesuburan), tapi Epona yang ini bener-bener bedaaa banget dari A Rose For Epona!! Mulai dari lirik lagunya yang full bahasa Celtic kuno sampai musiknya yang enerjik, gak ada unsur sedih-sedihnya samasekali kayak Epona yang dulu. Waktu denger intronya sih kayak gak asing, ternyata pas diinget-inget, ini mirip The Nameless. Melodi di pertengahan lagunya juga mirip The Nameless. Fix, ini sih The Nameless versi akustik!

 

Next, ada sequel dari lagu Sucellos, judulnya “SVCELLOS II”. Kalau di album Origins lagu Sucellos musiknya bringas penuh dengan scream Chrigel yang membahana, kali ini sequelnya adem kalem mendayu merdu, didominasi sama flute dan bagpipes, udah gitu durasinya gak ada 2 menit.

 

Di track ke 4 ada “NANTOSVELTA”, ini melodinya gak asing deh! Tapi sampe sekarang aku belum tau ini melodi di lagu Eluveitie yang mana. Mirip-mirip Andro sih, tapi bukan Andro. Gak tau ah, lupa.

Lagu instrumental ini awalnya merdu mendayu dengan dominasi intrumen aerophone, di pertengahan lagu, drum-nya bebep Alain yang enerjik mulai masuk, dan makin menjelang ankhir lagu beat-nya makin kenceng. Suka banget deh sama lagu ini, walaupun masih penasaran itu melodinya mirip lagu yang manaaa~

Oh iya, di sini kita kembali mendengar sepenggal syair yang dibacakan Fabienne Erni, dalam bahasa Celtic kuno tentunya.

Menurut Wikipedia, Nantosvelta adalah dewi kesuburan, dewi bumi, dewi tanah, dan dia dipasangkan denga dewa Sucellos.

 

Berikutnya, ada track yang menceritakan tentang dewa Celtic lagi, “TOVTATIS”. Durasinya cuma 1 menit 5 detik, berisi hymne atau mungkin semacam syair puji-pujian buat dewa Toutatis dengan iringan hurdy-gurdy dan efek suara hembusan angin.

 

Di lagu ke 6 ada “LVGVS”. Waktu pertama dengerin dan nonton videonya aku sempet ketuker ngiranya ini melodi Tri Martolod, ternyata pas diinget-inget lagi, ini melodi lagu tradisional Ev Sistr. Melodi Ev Sistr ini kalau gak salah juga dipakai di lagu Eluveitie yang Uis Elveti. Lugus atau Lug atau Lugh, adalah nama salah satu dewa besar bangsa Celtic, dipuja juga sama bangsa Roma sebagai Mercury (Yunani : Hermes).

Musiknya aku suka, enerjik, udah gitu ada harpanya. Fabienne Erni selain vokalnya bagus kan doi juga bisa main harpa sama mandola.

 

“GRANNOS”, sempat  bikin aku penasaran waktu nemu salah satu video live Eluveitie di youtube jauh sebelum album ini rilis, jadi lagu ini udah pernah dibawain live, mungkin semacam spoiler waktu rumor perilisan album akustik ke 2 mulai ramai. Aku kira ini lagu baru yang bener-bener baru, ternyata ini adalah versi akustik dari lagu Slania’s Song. Bedanya, yang ini gak ada suara vokalnya, jadi murni instrumental. Di awal sih merdu mendayu mesra, tapi di pertengahan lagu musiknya mulai agak kencengan. Kece!!

 

“CERNVNNOS”, nama salah satu dewa agung bangsa Celtic ini sering kita dengar di lagu band-band folk Eropa, bahkan dipakai juga buat nama band folk-metal, Cernunnos. Kita kembali disuguhi himne musikal lagi di track ke 8 ini. Dengan durasi gak sampai 3 menit, menurutku track ini biasa aja sih.

 

“CATVRIX”, musiknya pas banget sama judulnya. Caturix, adalah dewa perang bangsa Celtic kuno. Track ini dibuka dengan efek suara decitan pedang, samar-samar ada suara terompet gading yang biasa dipakai di film-film perang jaman pertengahan gitu. Nuansanya udah ngajak perang, dan pagan banget. Aku suka nada tingginya Fabienne. Boleh juga.

 

“ARTIO”, ngomongin soal nada tingginya Fabienne Erni, di track ke 10 ini aku dibikin kagum sama pengganti Anna yang ternyata berbakat. Di sini Fabienne semacam ‘nyinden’ pakai bahasa Celtic kuno, dengan suara merdu mendayu, dan sesekali menjangkau nada-nada tinggi yang bikin aku makin merinding, apalagi gak ada iringan musiknya, jadi suaranya terdengar lebih clear. Terus menjelang akhir lagu suara instrumen aerophone-nya mulai kedengeran, dan menjadi penutup lagu yang cukup kece.

 

“AVENTIA”. Lagu instrumental yang didominasi flute dan bagpipes ini awalannya bikin adem, serasa lagi di hutan sambil menikmati kesejukan dan semilir angin. Begitu fiddle, hurdy-gurdy, gitar, dan perkusinya mulai masuk, nuansanya jadi kayak musik tradisional irlandia atau semacamnya gitu *sotoy*.

Suka!!

 

Setelah mengadopsi melodi dari lagu tradisional Tri Martolod di lagu Inis Mona, Eluveitie kembali mengadopsi lagu Tri Martolod di track ke 12 ini, “OGMIOS”. Kali ini lebih lengkap, bagian verse dari lagu ‘Tiga Pelaut’ itu juga dimasukkin ke lagu ini, terus efek-efek suara lautnya juga kedengeran. Di album Eluveitie sebelumnya (Origins) juga ada sih lagu yang judul Ogmios, cuman aku lupa yang kayak gimana, gak aku save, berarti gak nyangkut. Kalau Ogmios yang ini sih jelas suka lah~

 

“ESVS”. Suara instrumen aerophone dan petikan gitarnya begitu adem. Apalagi waktu Fabienne mulai melantunkan syair-syair berbahasa Celtic kuno. Suaranya aduhai banget macem sinden. Terus menjelang akhir ada choir-choirnya gitu, pagannya berasa banget.

 

This is it!! “ANTVMNOS”, adalah salah satu lagu yang bikin aku cukup terkejut juga. Njir~ sejauh aku suka Eluveitie baru kali ini aku denger mereka mengadopsi melodi dari lagu tradisional yang terkenal itu, SCARBOROUGH FAIR broh!! Aaaaaakkk~ langsung kesenengan akunya! Dari semua lagu Scarborough Fair yang dicover sama banyak musisi, ini adalah salah satu yang paliiiing aku suka. Soalnya… yang bawain Eluveitie. Wkwwk.. ya gak gitu juga sih. Soalnya Eluveitie memang memberi suguhan yang cukup berbeda dan sangat indah menurut aku, walaupun ini lagu instrumental. Aku suka melodi yang dimainin pakai flute dan bagpipes di pertengahan lagu, menyayat kalbu!! :’D

Udah gitu ada efek-efek suara hembusan angin dan deburan ombak gitu. *gakpentingsih*

 

Next, ada “TARVOS II (Sequel)”. Aku lupa, Tarvos yang versi pertama kayak apa ya dulu? Gak aku save kayaknya. Tapi aku suka versi sequel-nya ini. Suara bagpipes (atau flute ya?) ngingetin sama tari ular ala india-indiaan. Wkwkwk…

 

Track ke 16, “BELENOS”. Gak terlalu special dan gak flat juga sih, tetep enak buat dinikmatin. Instrumen aerophone-nya bikin adem. FYI, Belenos adalah nama Dewa Matahari bangsa Celtic.

 

Setelah tadi beradem-adem sama lagu instrumental Belenos, track selanjutnya, “TARANIS” mengajak kita buat sedikit berhentak-hentak(?) menikmati beat yang  cukup enerjik dari lagu yang menceritakan tentang Dewa Petir ini. Aku suka perpaduan flute dan fiddle-nya. Menjelang akhir lagu, mbak Fabienne kembali melantunkan sepenggal syair berbahasa Celtic.

 

Dan tiba lah kita di track terakhir, “NEMETON”, sebagai penutup album ini. Seperti intro atau outro di album-album Eluveitie yang lain, ini penuh dengan efek suara alam kayak suara ombak, hembusan angin (bukan angin yang keluar dari dalam perut kamu ya), terus kayak ada suara burung gagak (atau ntah apa), dan om Chrigel yang seperti membisikkan mantra dalam bahasa Celtic kuno. Namanya juga penutup yes, jadi durasinya gak lebih dari 2 menit. Anyway, arti nama “Nemeton” sendiri masih jadi perdebatan para ilmuwan/sejarawan. Bagi bangsa Celtic sendiri, Nemeton adalah tempat keramat, tempat yang punya hawa mistis, atau tempat yang dianggap mempunyai energi yang gak biasa.

 

Gitu deh.

Menurut aku sih, album akustik ke 2 dari Eluveitie ini bagus banget. Namanya juga album akustik yes, jadi gak nyabung kalau dibandingkan sama album folk-metal mereka. Malahan aku makin salut sama Eluveitie, walaupun udah gak bareng sama 3 ‘personil penting’ yang dulu, tapi Eluveitie tetap bisa mempersembahkan karya yang epic. Itu membuktikan kalau Eluveitie memang band yang hebat. Gak ada Anna, Michalina pun jadi, gak ada Anna, Fabienne pun mampu menggetarkan hati, gak ada Ivo, om Jonas pun oke, gak ada Merlin, bebep Alain pun tetap bisa mengguncang panggung (dan mengguncang hatikuh dengan pesona ketamvanan dan bakat nge-drumnya yang gak bisa diremehkan). Jadi, kehilangan 3 member penting gak membuat Eluveitie kehilangan ke-epic-annya. Begitupun ex Eluveitie yang sekarang udah jadi Cellar Darling, mereka bisa menjadi band yang hebat dengan jalur mereka sendiri. Duh, nge-review album aku jadi baper gini, malah ngomongin ex Eluveitie *bukti kalau bayang-bayang Anna belum bisa sepenuhnya lepas*

 

Gimana kalau menurut kamu? Share di kolom komen ya!

Makasih banyak udah berkunjung ^_^

 

 

(Referensi : metalmasterkingdom.com, loudwire.com, distortedsoundmag.com, britannica.com)

 

 

Review abal-abal nan sotoy : “THIS IS THE SOUND” album by Cellar Darling

Hae gaes~

Kali ini aku mau sedikit membahas tentang salah satu album yang ditunggu-tunggu sama para pecinta Anna Murphy cs (mau nyebut pecinta Eluveitie tapi mereka udah gak di Eluveitie lagi sih).

Seperti yang udah kita tau ya, Anna Murphy, Merlin Sutter, dan Ivo Henzi udah hengkang dari Eluveitie sejak tahun lalu dan mereka membentuk band yang namanya sama kayak album solonya Anna, “CELLAR DARLING”.

CellarDarling

Ya walaupun aku ngakunya suka sama Anna cs, tapi maap-maap aku gak beli album ori nya :’D

Begitu nyari link download ternyata udah pada ilang, sekalinya nemu, pas di-extract engga bisa. Ngeselin banget emang. Akhirnya si mas Dapitt alias David YC dengan baik hati mau nge-share mp3 album itu via WA. Wah~ beruntung sekali aku. Makasih banyak mas Dapitt ^_^)//

 

Album perdana Cellar Darling ini berjudul “This is The Sound”, ada 14 lagu di dalamnya. Sejak perilisan video single pertamanya Cellar Darling emang beda dari Eluveitie, walaupun masih tetep mengusung folk-metal (apa folk-rock ya?), tapi unsur Celtic-nya gak sekental Eluveitie. Jadi di sini metal/rocknya lebih dominan sih menurutku. (masih bingung ini sebenernya folk-rock apa folk-metal) XD

Sepertinya musik yang begini nih yang jadi jiwa mereka bertiga, soalnya kalau kita perhatikan ya, waktu masih gabung di Eluveitie, kebanyakan lagu yang dibikin sama om Ivo itu musiknya lebih kentel ke metal, kayak The Silver Sister sama Carry the Torch yang murni bikinannya Ivo (doi termasuk paling sering bikin lagu di Eluveitie tapi tetep ada campur tangan Chrigel). Liat aja album-album Eluveitie di Wiki, pasti di list musiknya nama Ivo sering muncul.

 

Key, balik lagi ke album Cellar Darling ya. Sebelum album ini rilis, Cellar Darling udah lebih dulu merilis video klip dari beberapa singlenya, Avalanche, Black Moon, sama Challenge ya kalau gak salah? Yang Challenge aku belum sempat liat sih. Kalau yang Black Moon udah, dan kayaknya ada makna yang mendalam kalau diliat dari video klipnya. Jadi di video klip Black Moon itu ada yang memerankan 3 pemuka agama dari agama yang berbeda, keliatannya sih agama samawi gitu (Kristen, Islam, Yahudi), terus ada seorang wanita yang kostumnya serba hitam, dan di akhir, ketiga pemuka agama itu yang tadinya mencar terus jadi satu  ngikutin si wanita itu. Gitu deh pokoknya. Liat sendiri aja videonya di Yutup kalau belum dihapus XD

 

Sekarang kita ngomongin lagu-lagu di album This is the Sound ya.

Track pertama nih, ada AVALANCHE yang video klip-nya udah rilis sejak bulan… apa ya? Lupa.

Lagu ini dibuka dengan permainan hurdy-gurdy nya mbak Anna. Kalau aku pribadi sih luamayan gampang bosen dengerinnya, menurutku biasa aja, beat-nya gak terlalu kenceng sih soalnya. Drum-nya gitu-gitu doang.  Ahaha… Aku emang awam musik sih, cuman kalau dengerin drum-nya di lagu ini kayaknya aku bisa bayangin Merlin nge-drum sambil nahan ngantuk gitu deh.

 

Di track ke 2 ada yang video klip-nya baru aku omongin tadi nih, BLACK MOON. Nah, yang begini ini aku suka, beat-nya agak kenceng. Di lagu ini vokalnya mbak Anna lebih powerful *pfftt~ sok tau* kalau di Avalanche kan lebih ke melengking gitu ya. Aku suka di bagian menjelang chorus, perubahan suara Anna dari rendah terus ke tinggi pas chorus. Riff gitar Ivo yang berat di lagu ini juga aku suka, di sini ada solo gitarnya setelah solo hurdy-gurdy Anna. Om Merlin yang tadi kayaknya ngantuk bawain lagu pertama, sekarang jadi melek deh, abisan permainan drum-nya lebih variatif menurutku.

 

Lanjut di track ke 3, CHALLENGE. Melodi hurdy-gurdy jadi pembuka lagu ini. Walaupun beat-nya hampir mirip sama Avalanche, tapi gak semonoton itu sih. Soalnya di sini ada solo gitar sama solo hurdy-gurdynya, udah gitu hurdy-gurdynya lebih berasa, jadi ada ‘rasa Celtic’ nya gitu. Suka deh!

 

HULLABALLOO,  lagu ke 4 di album ini. Intronya aja udah berat. Riff-riff yang berat dari Ivo dan hentakan drum Merlin bikin lagu ini lebih terdengar metal. Chorusnya aku suka, kayak ada falset-falsetnya gitu. Terus, yang paling bikin aku kagum adalah… solo hurdy-gurdynya mbak Anna!!! Aduh itu solo hurdy-gurdy apa solo gitar sih mbak? Awalnya hurdy-gurdy banget tapi pas akhiran kayak solo gitar. Salah satu favoritku di album ini. Sayangnya aku belum nemu lirik lagunya jadi gak bisa ikut-ikutan nyanyi, cuma nyanyi bagian “Hullaballoo”nya doang. Ahaha…

 

Di lagu ke 5 ada SIX DAYS. Aku merasakan kesan ‘gothic’ di sini waktu dengerin awalannya, efek dentingan piano/keyboard sama suara rendah Anna kali ya?  Untungnya lagu ini cukup unik!! Dengan durasi hampir 6 menit, aku pasti bakalan bosen kalau lagunya gitu-gitu aja, tapi di menit ke 3 aku dibikin terhanyut sama instrumen aerophone yang dimainkan… Anna? Kayaknya Anna sih yang mainin, soalnya sempat liat Anna mainin flute waktu dia masih gabung sama Eluveitie. Dan di part instrumen aerophone (yang juga ada iringan pianonya) itu jadi berasa dengerin musik fantasi, terus kesan gothic atau serem-seremnya jadi ilang sesaat. Dan mbak Anna yang dari awal nyanyi pake suara rendah, memasuki menit ke 5, suaranya jadi tinggi. Di lagu aku ini aku gak denger instrumen hurdy-gurdy. Mungkin Anna sibuk mainin piano.

7911318
Wah iya, ternyata gak cuma mainin hurdy-gurdy

 

THE HERMIT. Salah satu lagu yang aku favoritin juga di album ini. Musiknya asik, enerjik, chorusnya juga aku suka, udah gitu ada solo hurdy-gurdy yang bikin aku makin cintaaaaaaaaaaaaaah sama mbak Anna.

 

Setelah menikmati hentakan di lagu ke 6 tadi, selanjutnya kita dibikin selow dengan lagu mendayu sendu berjudul WATER. Intronya dibuka dengan petikan gitar yang manis, mengingatkan kita sama salah satu lagu instrumennya Eluveitie, “Isara”. Entah kenapa jadi agak sedih gitu dengerin ini. Durasinya gak ada 2 menit, lirik lagunya juga cuma 2 bait kayaknya. Sedih. Ada lirik “forgetting world war”nya gitu. Semacam lagu pelipur lara buat orang yang melewati penderitaan gitu kali ya? Judulnya aja “Water” (air), air kan buat membasuh dan membersihkan luka, kecuali air keras sama air liur komodo.

 

Yaudah sih, jangan sedih terus. Lagu ke 8 berjudul FIRE, WIND, & EARTH bisa mengembalikan semangatmu lagi. Hentakan drum-nya Merlin enerjik. Kalau menurutku musiknya gak terlalu berat sih, Lumayan lah~

 

Next track, REBELS. Beat-nya lebih santai. Durasinya 5 menit lebih 34 detik. Kalau gak menikmat melodi hurdy-gurdynya Anna bakalan cepet bosen sih ini.

 

UNDER THE OAK TREE (Di bawah Pohon Ek). Emmm~ cukup emosional. *udah gitu doang?*

Solo hurdy-gurdynya leh uga. Aku tertarik sama judul lagunya. Ada apa dengan pohon Ek? Pohon Ek itu memang salah satu pohon yang istimewa ya. Dari jaman kuno udah sering dipake buat bahan pembuatan kapal, perabotan, dlsb, terus usianya bisa sampe tua banget, bahkan ada yang sampe 800 tahun. Kamu tau pohon Ek yang ada di film Lord of the Rings kan? Nah, itu kan pohonnya udah bangkotan banget, dan masih hidup. Terus di jaman kuno juga ada bangsa kuno (ntah di belahan bumi mana) yang melakukan ritual pemujaan pohon Ek. Jadi kita sebenernya ngomongin musik apa ngomongin pohon sih?

 

Masih berselow-selowria, kali ini dengan track ke 11, HIGH ABOVE THESE CROWNS. Kalau lagu yang tadi cukup emosional, yang ini lebih emosional. Dan… ya, gitu doang.

 

Setelah tadi aku cukup merasa jenuh, track ke 12 berjudul STARCRUSHER ini bikin aku semangat lagi. Riff gitar Ivo sama vokalnya Anna sama-sama berat, udah gitu ada scream-nya lagi!! Aaaakkk~ suka banget deh tiap mba Anna nyekrim(?). Kirain bakalan denger scream mba Anna cuma di lagu Eluveitie aja, ternyata di album ini doi gak meninggalkan scream-nya, yaaaa walaupun samar-samar gitu sih.

 

HEDONIA. Satu-satunya lagu di album This is the Sound yang gak aku download karena waktu mas Dapitt nyoba nge-share via WA gak bisa, size-nya 16Mb, kegedean. Jadi aku dengerin di video yutup, itu juga video live yang sound-nya sumpah gaje parah! XD

Lagu berdurasi sekitar 7 menitan ini awalnya cukup nge-beat, tapi pas masuk di menit ke 4 sampe selesai kok jadi letoy ya? Au ah, orang aku juga dengerinnya pake video live di yutup, gak jelas sound-nya. Wkwkwk… Maaf deh.

 

Album pertama Cellar Darling ini ditutup dengan track berjudul REDEMPTION. Menurutku sih not too bad lah. Sejenis track ke 9 (Rebels) barusan. Aku suka nada-nada tinggi Anna di sini, apalagi di ending-nya. Semoga kalau dibawain pas live mba Anna gak sampe kecekik ya.

 

 

Yah~ begitulah kira-kira review abal-abal nan sotoy dari aku.

Gak buruk juga Anna cs hengkang dari Eluveitie, terbukti mereka bisa menunjukkan sisi lain dari jiwa bermusik mereka. Walaupun udah gak Celtic-Celtic banget, tapi tetep nge-folk karena hurdy-gurdynya, dan riff-riff gitar yang berat jadi khas musiknya Cellar Darling.

Kalau menurut kamu gimana? Share di kolom komen ya. Makasih yang udah mampir ^^

 

CellarDarling_viaCellarDarlingofficial
Anna-Ivo-Merlin [di belakang drum set] (Cellar Darling official)

Review Produk Oriflame : The One 5-in-1 Wonder Lash Mascara Waterproof

Teman-teman, setelah kemarin aku review produk facial wash Essentials Fairness, kali ini aku mau review salah satu produk make-up tentunya masih dari Oriflame, yaitu THE ONE 5-in-1 WONDER LASH MASCARA WATERPROOF!!

file-page104

Di bulan ke 2 aku join Oriflame, kebetulan produk maskara The One ada diskon 50%, dan  salah satu temanku (sebut saja Gemesh) berminat untuk order. Aku sendiri belum pernah nyoba karena aku emang gak suka maskaraan, terus takut bulu mata jadi rusak.

Setelah temanku yang bernama samaran Gemesh itu order, aku nanya ke dia, kira-kira gimana puas apa engga sama produknya. Dan ternyata doi puas! Katanya enak dipake, terus gak menggumpal.

feedbackgemesh

Note : Dalam bahasa Pemalang, “gadel” atau “nggadel” itu artinya “menggumpal”.

 

Terus, di orderanku yang ke 2 di bulan yang sama, ada lagi yang order maskara The One Waterproof ini. Sebut saja namanya mbak Yuyung. Karena kebetulan kakakku minta nyobain maskaranya Oriflame, jadi aku juga sekalian beli deh. Lagian aku juga mau ngerasain maskaraan pakai Oriflame, biar kalau ada yang nanya tentang produk, aku bisa kasih jawaban seobjektif mungkin karena aku sendiri udah pernah nyoba.

feedback mbak yuyung
hasilnya cucok!

Tadinya memang aku gak terlalu suka maskaraan karena berasa berat dan kurang nyaman, tapi begitu mencoba maskara The One 5-in-1 Wonder Lash ini, aku jadi mulai suka pakainya. Tapi gak tiap hari juga sih, soalnya maskara ini awet banget, dipake hari ini besoknya masih ada. Scara waterproof ya. Kalau awet gini sih bisa hemat iya kan?

 

5-in1 di judul produknya itu maksudnya apa sih? Maksudnya, maskara ini punya 5 manfaat dalam 1 produk, yaitu : memanjangkan helai bulu mata, memisahkan dan menegaskan tampilan bulu mata, membuat bulu mata terlihat lebih bervolume, melembabkan dan menyehatkan bulu mata dengan formulanya yang menutrisi bulu mata, dan… ini yang perlu kamu tau juga, maskara ini bisa melentikkan helai bulu mata dengan 2 sisi sikatnya, sisi pendek dan panjang, sisi pendek buat mengangkat bulu mata, dan sisi panjangnya buat memisahkan dan melentikkan bulu mata. Jadi udah tau kan, kenapa The One 5-in1 Wonder Lash mascara ini punya 2 sisi sikat yang berbeda?

Taken with Lumia Selfie
bulumata cetar tampak depan
Taken with Lumia Selfie
bulumata cetar tampak samping

Padahal aku pakainya cuma dikit, gak yang niat-niat banget gitu, tapi udah keliatan cetar kan?

 

kakak aku juga pakai
kakak aku juga pakai. Doi sih emang niat banget kalau soal maskaraan XD

Dan, maskara The One ini bener-bener waterproof. Seperti yang tadi udah aku bilang, hari ini pakai besoknya masih ada, walaupun udah mandi. Emang agak susah ngilanginnya. Berhubung aku gak punya make up remover, aku ngilangin maskara yang udah nempel di bulumata ini pakai minyak zaitun. Wkwkwk… ya daripada dicabut-cabut gitu malah ngerusak bulu mata ya kan?

So gaes, maskara The One 5-in-1 Wonder Lash Waterproof ini bener-bener recommended banget!! Udah dipakenya gak ribet, tahan lama, terus gak menggumpal, gak bikin bulu mata rusak.

Buruan diserbu sebelum kehabisan! Bulan ini diskon 50% loh, jadi cuma Rp 64.900 aja! Kalau harga normalnya ya 100 ribu lebih. Ah tapi semisal udah gak promo, kamu bisa tetep dapetin maskara ini dengan harga lebih murah, caranya ya… join jadi member Oriflame! Kamu berminat? Kontak aku via email hira.hiraito@gmail.com ya!

Terima kasih~

 

 

Omnia Tanpa Satria

Sedih adalah hal  pertama yang aku rasakan waktu kemarin aku baca postingan Omnia yang bilang kalau mas Satria udah gak gabung sama mereka lagi!

Sejak Satria rilis album ‘Sunfire’ sih aku udah agak ketar-ketir gitu, soalnya dengan dia ber-solo project, fokusnya ke Omnia mungkin akan sedikit terbagi, terus yang aku takutin ya… ya gitu. Kejadian juga deh akhirnya.

Ini adalah postingan di official page Omnia yang secara resmi ditulis sama om Steve :

Back to the Roots of PaganFolk!

There’s a new OMNIA festival tour coming up, and for this year we have chosen to go back to our musical roots to bring you a selection of the purest PaganFolk like we used to play it when we built this style.
Simpler, earthier, more focused, less “main stream” elements… so we have decided to change the basic OMNIA line-up back to how we had it in 2013 with:
Rob Thunder on drums, percussion and backing vocals,
Daphyd Crow on Sliding didgeridoo, mouthharp and ethnic vocals,
Jenny on Harp, Hurdy Gurdy, Piano, Bodhran and vocals and
myself on Irish Bouzoukis , a suitcase full of flutes and vocals.

This means that Satria will not be joining us on stage this season… BUT this means also he has time to work on his own project “Sunfire“.
Satria’s time these last 3 years on the omnia stage was certainly not wasted and we folkrocked like crazy together, but now it’s time for us to remember our past.
We hope that you enjoyed his performance in OMNIA as much as we have and we wish him well and all the best for the future

We are deep into the rehearsals now and it looks like this year…OMNIA’s 21st anniversary is gonna be a good one.

Greenthingz!
SteveSic, Jenny, Daphyd and Rob

 

Jadi Omnia akan kembali ke Omnia yang dulu, Omnia yang lebih simpel, murni pagan folk, tanpa gitar, tanpa Satria. Tapi itu artinya, Satria akan lebih fokus ke jalan yang udah dia pilih, mengembangkan karirnya dengan Sunfire.

Tadinya emang sedih sih, tapi kalau ini bisa bikin Satria berkembang jadi lebih baik, kenapa enggak??

So, kita dukung aja terus ya!

Oh iya, sekarang Sunfire juga udah ada fan base nya di facebook. Silahkan join untuk tau info terupdate tentang Sunfire.

BTW, gak nyangka ya, album Prayer nya Omnia kemarin jadi album pertama dan terakhir di mana Satria gabung.

Ya udah deh gitu aja. Sukses terus ya buat Satria! ^_^

 

evd-2784by Erwin Van Dijck
pict by Erwin van Dijck
mps_8040
udah gak sepanggung lagi deh ._.)

Oh iya gaes, sedikit info, beberapa waktu lalu Satria ke Indonesia loh. Temu kangen sama saudara-saudaranya sekaligus traveling. So pasti dia ke Jogja, selain itu main juga ke Bali, Lombok, dan sempat jalan-jalan ke Semarang. Lumayan lama sih kayaknya hampir sebulan kalau gak salah. Cek aja instagramnya @sunfire kalau mau tau lebih jauh.

Sekian dulu gaes. Thank you.

 

 

Produk Oriflame : Essentials Fairness Multi-Benefit Gel Wash

Teman-teman yang baik, seperti yang udah aku posting sebelumnya ya, aku udah join jadi member / konsultan Oriflame. Jadi mungkin aku bakalan sering posting tentang review produk, pengetahuan, dan pengalaman selama join di Oriflame. Gak apa-apa kan? ini artinya aku lagi semangat melakukan sesuatu.

Ok ya! Kali ini aku mau me-review salah satu produk perawatan wajah di Oriflame yang (sejujurnya) baru aku cobain bulan lalu. Kebetulan waktu aku pertama kali beli itu lagi diskon 50%, yang tadinya Rp 75.000 aku bisa dapetin dengan harga Rp 38.000 aja. Kalau sekarang sih harganya udah normal lagi, tapi karena aku member jadi tetep dapet potongan harga.

Berdasarkan hasil pencarian info produk di internet, ternyata Essentials Fairness ini emang udah lama ada di Oriflame, cuman di bulan Januari 2017 kemarin produk ini tampil beda. Sekarang Essentials Fairness hadir dengan ekstrak pomelo atau Jeruk Bali yang pastinya alami! Oriflame kan memang selalu menggunakan bahan-bahan alami di setiap produknya, jadi udah pasti aman.

Waktu pertama kali nyoba Essentials Fairness Gel wash ekstrak Pomelo ini rasanya enak banget. Aroma jeruk balinya seger, dan setelah dipakai, wajah terasa lebih kencang, pastinya seger, bersih, dan ini nih yang aku suka… jerawat cepet kempes!! Facial wash kayak gini nih yang aku butuh. Scara aku tiap hari nguli di pinggir jalan dari pagi sampe malem, udah pasti muka aku kena panas, kotoran, debu, polusi, waduh… parah lah pokoknya, bener-bener gak sehat buat kulit wajah. Jadi ya maklum aja kalau muka aku gampang berjerawat,, apalagi kulit wajah aku ini berminyak.

Melihat ekstrak alami jeruk bali yang ada di produk facial wash ini aku langsung tertarik, karena aku yakin pasti di dalamnya banyak mengandung vitamin C, terus kalau produk yang berbahan alami kayak buah gitu kan emang lebih bagus dan aman. Katanya. Tapi aku udah membuktikannya sendiri pakai Essentials Fairness gel wash dengan ekstrak pomelo ini.

Oh iya, satu lagi, setelah aku cuci muka pakai Essentials Fairness gel wash, pori-pori wajahku jadi lebih kecil, komedo juga berkurang. Dahsyat ya!

Essentials Fairness gel wash ini agak encer, bukan bentuk gel yang agak padet gitu, terus juga busanya gak terlalu banyak. Kalau dibilas emang licin sih, tapi kalau udah kering nanti kulitnya jadi kenceng, keset, kenyal gitu, cuman di bagian bibir jadi kering. Tapi gak masalah sih, kan bisa dihidrasi lagi dengan minum air atau dilembabkan pakai lipbalm/lipgloss/lip-lip lainnya(?). Gitu~

Sayangnya, yang aku kurang suka dari produk ini tuh kemasannya. Tutupnya ulir, jadi kalau mau makai musti puter-puter agak ribet gitu sih. Terus kalau nutupnya kurang kenceng atau kurang pas, isinya kan jadi tumpah-tumpah gitu ya. Jadi aku kurang suka sih sama kemasan yang pakai tutup ulir itu.

Essentials Fairness Multi Benefit Gel Wash

 

isinya 125ml, lumayan awet, bisa sampe sebulan aku pakai.

 

Selain facial wash, Essentials Fairness ini juga ada exfoliating scrub nya (isi 100ml), Essentials Fairness Softening Body Lotion UV filters (200ml), Essentials Fairness Protecting Face Cream SPF 10 (50ml), dan Essentials Fairness Soap Bar (75gr).

Fokus Essentials Fairness ini untuk mencerahkan kulit, tapi manfaat-manfaat lainnya juga bisa didapatkan karena kandungan jeruk balinya yang selain kaya akan vitamin C, juga mengandung vitamin A, vitamin B1, B2, B3, asam amino, kalium, pektin, likopen, dan kandungan-kandungan lain yang pastinya baik untuk kulit. Produk ini cocok buat semua jenis kulit, mau berminyak, mau kering, pokoknya cocok lah!

Ah iya, kalau kamu mau dapet produk Essentials Fairness atau produk Oriflame apapun dengan potongan harga yang pastinya jadi lebih murah, kamu bisa join jadi member Oriflame dengan menghubungi aku via email : hira.hiraito@gmail.com

Terima kasih ^^

 

(Referensi : pesonakulitcantik.wordpress,com)

Aku udah Join jadi Member Oriflame!!

Gaes, aku mau ngasih tau, kalau di bulan Mei kemarin, aku…. Join jadi member Oriflame!! \\(^o^)//

Awalnya aku sama sekali gak tertarik, tapi setelah nyobain beberapa produk Oriflame dan terkena hasutan teman, aku akhirnya join buat jadi member Oriflame. Memang sih, tadinya aku ragu soalnya aku pikir itu bakalan butuh modal gede dan yang paling bikin aku ogah-ogahan adalah… hal-hal tentang make-up dan segala perlengkapan yang cewe banget. Sejak resign dari sekolah dan berhenti ngajar, aku udah gak rajin pakai bedak lagi, apalagi lipstick. Pakai bedak cuma pas kondangan aja, itu pun begitu sampe rumah langsung cuci muka. Aku cukup awam sama make-up dan hal-hal lainnya yang berbau cewe, makanya aku agak ragu, takut gak bisa menjalankan bisnis ini dengan baik. Tapi ternyata, itu gak sesulit yang aku bayangkan.

 

Ketika ada seorang teman bertanya via WA “Produk tender care nya Oriflame ada diskon gak bulan ini?” aku langsung cengo dan bertanya sama bayangan aku, “Tender care itu apa?” karena bayanganku gak bisa jawab, aku nanya Google. Dan ternyata aku baru tau kalau ada produk yang namanya “tender care”. Kebetulan waktu itu lagi ada diskon 60% buat tender care, dan temanku langsung beli!

Wah… ternyata gak susah-susah amat.

 

Terus lagi nih, ada temanku juga, nanya “Di Oriflame ada liptint gak?”. What? Tadinya liptint itu aku gak tau yang kayak gimana, kemungkinan besar sih yang buat bibir, namanya juga LIP, tapi sesuatu yang seperti apa? Kali ini aku gak malu buat nanya balik ke temanku “Liptint itu yang kayak apa?” dan dia jawab “Yang biasa dipakai sama mbak Isti!” Oh, itu!!

Ada sih, liptint di Oriflame (di katalog keterangannya bukan liptint), merk nya The One, harganya Rp 179.000, tapi karena yang nanya itu masih anak kuliahan yang baru banget, jadi dia gak jadi beli karena harganya bagi dia cukup mencekik. Ya udah sih gak apa-apa gak jadi beli, tapi paling enggak aku jadi tau kalau di Oriflame ternyata ada produk liptint juga.

Aku udah dapet keuntungan lain selain dapet uang dari hasil jualan, yaitu ilmu! Ilmu tentang dunia perempuan yang belum aku tau. That’s good!

So, ketakutanku tentang kurangnya pemahaman terharap dunia make-up sekarang udah berkurang. Lagipula di Oriflame juga ada materi pembelajaran tentang perawatan tubuh, mulai dari kaki sampe rambut, itu semua ada di Oriflame, jadi ya bener-bener gak ada alasan lagi buat aku, tinggal aku nya sendiri mau apa enggak mempelajari materi itu. Gampang kan?

 

Di bulan pertama, aku berhasil tutup poin 100bp, jadi aku berhak mendapatkan hadiah dari Oriflame. Hadiah tutup poin di bulan pertama aku dapatkan di bulan berikutnya, yaitu berupa 2 buah lipstick The One seharga Rp 129.000 per produk, dan itu aku dapetin secara cuma-cuma! Udah gitu dapet gratis paper bag dari Oriflame yang menarik lagi! Belum lagi keuntungan yang aku dapet dari hasil penjualan.

hadiah lipstick the one dari Oriflame
ini hadiah lipstick The One yang aku dapat dari Oriflame karena berhasil tutup poin di bulan pertama.

Oh iya, ada keuntungan lainnya yang gak kalah penting!

Memperluas jaringan!! Yapz! Dengan bergabung bersama Oriflame, aku jadi kenal sama orang-orang baru dari berbagai daerah. Salah duanya teh Ati dan teh Wulan yang selalu siap membimbing member baru, menjawab berbagai pertanyaan tentang Oriflame yang belum kita tau, dan pastinya selalu siap berjuang bersama untuk meraih sukses.

Dan di bulan ke dua, orderanku meningkat drastis! Walaupun gak langsung mencapai 100 poin, tapi dalam sekali order aku udah mengantongi untung hampir Rp 200.000. Lumayan banget kan? Bentar lagi mau 100bp, dan siap-siap dapet hadiah yang ke dua. Oh iya, di bulan Juni ini kalau aku bisa mencapai 175bp, aku bisa dapet hand mixer gratis loh! Belum lagi ada program hujan duit di bulan ini. Banyak banget ya keuntungannya!

wp_20170603_11_53_36_pro-e1496854939125.jpg
Lumayan banyak kan? udah gitu aku dapet hadiah paper bag cantik dari Oriflame.

Di Oriflame ini ada 3 tipe member. Pertama, member yang mau jadi pengguna atau pembeli produk aja. Jadi member ini dapet potongan harga tiap beli produk Oriflame, tapi gak dapet uang. Ke dua, member yang mau jadi penjual produk aja, member ini mendapat keuntungan dari hasil penjualan produk. Dan yang ke tiga adalah pebisnis, member yang selain menjual produk, dia juga menjalankan bisnisnya, yaitu merekrut member baru dan menjalankan program-program Oriflame. Aku memilih untuk menjadi tipe member ke tiga. Jadi selain dapet untung dari hasil penjualan, aku juga berkeinginan untuk dapat keuntungan lain dengan menjalankan bisnis ini. Gitu gaes~

 

Udah deh, pokoknya aku sekarang gak ragu lagi buat menjalankan bisnis Oriflame ini.

Kebetulan waktu aku gabung, itu pas lagi promo, jadi aku cuma bayar uang pendaftaran sebesar 20 ribu rupiah aja!

Kalau sekarang mungkin udah kembali ke biasanya, semisal kamu mau join dikenakan biaya sebesar Rp 49.900. Gak lebih dari 50 ribu rupiah lah ya!

Gimana? Tertarik?

Kamu bisa kontak aku via email : hira.hiraito@gmail.com

 

Salam sukses!

Makin Cinta sama AURORA

Beberapa waktu lalu, aku sempat meng-update postinganku yang membahas tentang musisi-musisi indie folk. Di postingan itu aku menambahkan sedikit lagu-lagu AURORA yang baru aku dengerin (baca : baru di-download) setelah kenal sama AURORA udah lama dan baru kemarin-kemarin aku dengerin semua lagunya, itu pun karena iseng ngabisin bonus kuota Tri yang gak ada habisnya. Makasih ya Tri udah sering ngasih bonus kuota. Akuh cinta kamuh.

 

Di postingan yang udah aku update itu memang udah aku tulis judul-judul lagu AURORA yang aku suka (sukanya nyusul), cuman gak dikasih detailnya, dan kali ini aku mau menuliskan alasan kenapa aku suka. Karena suka itu perlu alasan. *eaakk~*

Untuk lagu yang Awakening, Runaway, Running With the Wolves, sama Conqueror gak perlu dibahas ulang deh ya kayaknya. Kalau kamu mau tau ya tinggal baca aja postingan musik indie folk-ku, lagian penjelasannya gak jelas kok, cuman gitu-gitu doang.

aurora aksnes00

Dari lagu-lagu AURORA versi download susulan beberapa waktu lalu, aku paling suka dan sekarang lagi suka banget sama… Puppet.

 

PUPPET

Dentingan pianonya di awal lagu aja udah bikin enak, apalagi pas vokal AURORA yang so jazzy itu mulai masuk. Mungkin dulu aku udah pernah dengerin ini waktu awal kenal AURORA, tapi kayaknya waktu itu belum nyangkut, mungkin karna telingaku belum cukup ‘akrab’ sama musik-musik jenis beginian, udah gitu dulu dengerinnya di-skip ke chorus yang nadanya gitu-gitu doang jadi aku udah berpikir kalau lagu ini tipe lagu yang membosankan. Ternyata pas dengerin ke dua kalinya, aku salah besar!!

Dan aku suka lirik lagunya. Mengingatkan aku sama Sasori di anime Naruto, doi kan puppet XD *boleh lah*

 

LA LA LA

Ini versi aselinya pakai band apa cuma akustikan aku kurang tau. Karena bermodal download (udah gitu download nya pakai kuota bonusan) dan download-nya di tempat mp3 eceran (gak download satu album sekaligus karena link-nya gak ada) jadi aku gak tau juga kalau lagu akustik ini official atau hasil convert-an mp3 dari video live, soalnya pas didengerin serasa kayak lagi dengerin live performance. Tapi keren sih, lagunya asik! Dengerin suara AURORA emang bikin adem deh, beneran!

 

HOME

Agak-agak nge-dark gimana gitu sih, terus sedikit bernuansa fantasi. Musiknya cuma pakai keyboard kah? Sama petikan alat musik yang kedengerannya kayak alat musik tradisional Jepang (Koto), udah gitu ada choir-nya.

 

THROUGH THE EYES OF A CHILD

Boleh nangis gak sih? Dengerin lagu ini berasa pingin nangis T_T

“Aaaa aaaa aaaa”-nya itu terdengar nyesek di dada dan nusuk di hati. Cukup bikin merinding juga. Diliat dari liriknya mungkin ini menceritakan tentang bayi yang baru lahir. Kayaknya. Sedih-sedih haru gitu lagunya.

 

I WENT TOO FAR

Setelah kamu berasa terharu liat bayi yang baru lahir sambil dengerin lagu AURORA yang barusan, mungkin kamu lelah dan butuh energi. Lagu ini bisa bangkitkan semangatmu lagi! Memang sih, awalnya selow-selow mendayu gitu, tapi pas masuk chorus musiknya mulai agak nge-beat (baca : ‘jedug-jedug’nya mulai terdengar).

 

WINTER BIRD

Musiknya sejenis kayak Running With the Wolves gitu sih menurutku. Aku suka chorusnya.

 

LITTLE BOY IN THE GRASS

Little boy in the grass, atau ‘bocah di rerumputan’. Kamu masih inget bayi yang baru lahir yang aku omongin tadi?  Anggap aja bayi itu udah tumbuh menjadi bocah, terus dia lagi main di rerumputan, terus kebetulan si AURORA lagi jalan aja, dan gak sengaja melihat bocah yang dulunya adalah bayi yang ada di lagunya AURORA itu, jadi lah AURORA punya lagu ini. *penjelasan macam apa?*

Lagu ini cukup enak, ada sedikit nuansa musik DJ-nya. Sedikit. Aku suka suara bass-nya.

 

Menjelang akhir postingan kok aku mulai males gini ya?

 

Lagu-lagu AURORA lainnya yang boleh juga kamu coba, kayak : BLACK WATER LILIES, LUCKY, dan HALF THE WORLD AWAY.

Udah segitu doang tambahannya. Itu juga cuma yang aku suka aja. Mungkin kamu suka lagu-lagu AURORA selain yang udah aku sebutin? Share di kolom komentar ya~ ^_^

Makasih banyak yang udah mampir.

 

NB : Kalau dengerinnya pakai headphone/headset super bass jadi tambah enak banget, beneran!

aurora aksnes
manis ya!