Sedikit mengulas Album PRAYER-nya OMNIA

“Nothing is Sacred…Only Nature”

 

Di penghujung tahun 2016 kemarin (belum ujung-ujung amat sih), Omnia merilis album baru berjudul “PRAYER”. Sebelumnya Omnia udah rilis album yang lagu-lagunya cuma pakai harpa, judulnya ‘Naked Harp’ tapi sampai sekarang aku belum minat menulis itu di blog.

Sejujurnya aku agak malu-malu ga enak ati gimanaaa gitu ngeposting ini. Ya abisan aku ga beli album orinya tapi malah download buat review. Wkwkwk… ya harganya €18.00 belum lagi shippingnya. Dulu sempet beli CD ori Jepang aja mayan tekor, apalagi ini :’D

Harap maklum ya, mas Satria.

 

Buat kamu pecinta musik folk, kamu wajib dengerin album Prayer, karena album ini bener-bener amazing!!

omnia_prayer_worldofomnia
cover album Prayer (via worldofomnia)

Lagu dengan musik khas dari berbagai negara memang jadi keunikan tersendiri yang dimiliki band asal Belanda ini. Di album baru juga musiknya campur aduk, dari musik khas Omnia sendiri yang kental dengan Celtic pagan-folk nya, modern folk, musik khas Timur Tengah, Mongol, sampe Latin, ada!! Ga cuma musiknya, tapi bahasanya juga beragam.

Kamu pasti udah ga sabar kan, pingin tau gimana sih ke-amazing-an album Prayer ini?

So check these out!

 

  1. PRAYER

Track intro yang cukup…biasa sih menurutku. Ho-a-i-ye ho-a-i-ye-hu gitu. Awalnya sih kayak rada menegangkan, dan dilanjutkan dengan lantunan seklumit puisi : From a crack in concrete the flower grows
Brake your chains
Free your mind
Blood, Bone, Rout, Stone

Ini berbau sakral, musiknya kayak ritual adat kaum pagan gitu. Menurut ilmu sotoylogiku, track ini lebih dominan perkusi sama bodhrannya.

 

  1. ONE WAY LIVING

Waktu pertama kali dengerin sih aku ga gitu nyangkut, tapi lama-lama demen juga. Aku suka bagian pertengahan lagunya, yang cuma kedengeran harpa sama flute-nya, Celtic banget.

 

  1. FREEDOM SONG

Lagu ini ga gitu pagan-pagan banget kayak 2 lagu di atas. Ini lebih ke musik modern tapi tetap ada folk-nya, yang biasanya pakai perkusi ini pakai drum (kedengerannya sih gitu), terus ada keyboard-nya. Di sini ada instrumen hurdy-gurdy nya, jadi walaupun terdengar agak modern, Celtic-nya tetep berasa. Lirik lagunya lucu juga. Steve  nyebutin produk Cina, propaganda bla bla bla, apalah om Steve emang cakep kalo bikin lirik kritikan gitu. Tau engga, apa yang bikin lagu ini kedengeran lebih cakep?? Vokalnya mas Satria yang kedengeran jelas walaupun sebagai backing soda, eh, backing vokal. Mas pendekar berdarah Jawa-Belanda itu emang berbakat, udah main musiknya jago, suaranya enak, pasti itu yang bikin Steve ga ragu buat jadiin Satria sebagai  gitaris resminya Omnia. *jadi ini sebenernya mau ngomongin lagunya apa ngomongin Satria?*

 

  1. WOLF AN DRO

Ini dia… salah satu track favoritku di album Prayer. Bukan karena ada part yang ngingetin aku sama lagu Luxtos-nya Eluveitie, tapi lagu ini memang keren. Pagannya kentel, folk Celtic-nya berasa, terus instrumen hurdy-gurdy nya juga full dari awal sampe selese, dan lagi-lagi mas Satria mengisi bagian vokal dengan epic. Keren lah pokoknya! Aku suka banget. Gara-gara lagu ini aku jadi penasaran nih, karena ada kesamaan melodi antara Wolf An Dro sama Luxtos. Mungkin sebagian part-nya diambil dari lagu tradisional, kayak lagu Inis Mona-nya Eluveitie yang mengadopsi lagu tradisional Britania, ‘Tri Martolod’. Kapan-kapan aku cari tau deh kalau ga males. Oh iya, di lagu ini kamu juga akan menemukan melodi yang ga asing kalau kamu udah pernah dengerin lagunya Omnia dan Eluveitie  yang berjudul ‘An Dro’.

 

  1. HARP OF DEATH

Sebuah kisah yang dituangkan dalam bait-bait puisi dan diiringi oleh petikan harpa yang indah. Huwoooo~  lagu ini bikin meleleh dan sedih.

Karena lagu ini memang bercerita, jadi durasinya cukup panjang, sekitar 6 menitan, lebih setengah menit. Ini adalah sisi folklorist Omnia. Aku selalu penasaran sama apa yang band-band folk tulis di lagu mereka, termasuk lagu Death of Harp ini. Setelah ditelusuri, ternyata kisah yang dituangkan dalam lagu ini merupakan legenda yang cukup terkenal. Legenda aselinya ditulis oleh sang folklorist legendaris, Francis James Child, yang terkenal dengan kumpulan syair kunonya, ‘Child Ballads’. Dan, cerita dalam lagu Harp of Death ini salah satu dari kumpulan syair Child Ballads (kalau ga salah, kisah tentang The Elvin Knight yang mirip Scarborough Fair juga masuk ke koleksi Child Ballads).

Harp of Death dalam album Prayer ini mengisahkan tentang dua perempuan bersaudara yang cukup ‘horror.’ Alkisah ada seorang wanita yang tinggal di Pantai Utara mempunyai 2 orang putri yang sangat dia banggakan. Tapi, kedua putrinya memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Si adik (rambutnya berwarna keemasan, dalam legenda disebut ‘golden hair’) adalah perempuan baik hati, cantik, dan menyenangkan. Sementara sang kakak (the black hair) adalah perempuan yang walaupun cantik juga sih, tapi sifatnya kebalikan dari adiknya, dia serakah, kejam, suka irian, pokoknya ngeselin banget.

Si Black Hair *mau nyebut ‘si rambut hitam’ takutnya malah kebayang bulu ketek* memang selalu iri sama kebahagiaan adiknya, termasuk iri karena Golden Hair punya pacar, sedangkan Black Hair…ah, mungkin dia jones. Dia benar-benar iri dan ingin merebut pacar adiknya dengan cara melenyapkan nyawa sang adik. Si Black Hair mendorong adiknya sendiri dari bebatuan sampai dia tenggelam di laut Utara. Malam harinya, Golden Hair yang malang ditemukan oleh 3 penyihir. Kemudian para penyihir itu merapal mantera, mereka membuat sebuah harpa dengan kulit dan tulang Golden Hair, bagian tuning harpa itu dibuat dari jari jemarinya, dan senar-senar harpa dibuat dengan menggunakan rambut emasnya. Benar-benar harpa yang horor.

Harpa horor itu diletakkan di halaman rumah sang ibu (ibu nya Black sama Golden), dan mulai bermain sendiri. Jadi itu harpa ga ada yang mainin tapi bisa bunyi sendiri, broh!

Lagu-lagu sedih yang dimainkan membuat hati siapapun meleleh, termasuk hati Black Hair yang sekeras batu. Sang kakak yang kejam teringat akan kematian adiknya. Sementara harpa kematian itu terus melantunkan lagu-lagu kepedihan sebagai bentuk pelampiasan balas dendam atas perbuatan keji Black Hair. Begitulah rasa bersalah terus menerus menghantui sang kakak yang bengis dan luck nut!

Anyway, dari awal aku dengerin lagu ini aku udah dibikin merinding (mungkin juga karena suara harpanya yang menyayat), udah gitu di akhir lagu bu Jenny pake acara sesenggukan segala T_T

Ok, next song…

 

  1. FREYA

Kok aku jadi inget sama lagu Omnia yang Fee ra Huri ya? Musiknya sejenis sama ini. Freya, adalah nama salah satu dewi dalam mitologi bangsa Nordik, dan melihat judulnya aku kira lagu ini bakalan agak serem-serem gimana gitu. Biasanya lagu-lagu berbau Nordik nuansanya agak menegangkan. Tapi mungkin ini lebih kayak pemujaannya gitu kali ya? *sok tauk* XD soalnya musiknya ceria gitu sih, asik, seru, instrumen aerophone-nya mendominasi, full dari awal sampe akhir. Wah, kayaknya si om Steve bisa engap bawain lagu ini.

 

  1. ALAN LEE TANGO

Latin! Latin! Latin! Seandainya saat ini aku belum kenal sama Jesse & Joy, Enrique Iglesias, dan pak Tommy Torres, mungkin aku agak kurang tertarik sama lagu ini. Tapi, berhubung aku udah cukup ‘berteman’ sama musik Latin, aku jadi suka juga sama lagu bercitarasa Latin ala Omnia ini. Dentingan piano dan petikan mandolin (apa gitar ya?) sebagai intro, dan hentakan perkusi(?) sama genjrengan gitar mas Satria mulai masuk disusul dengan vokal Steve. Udah deh kamu mulai pingin ikutan joget juga. Lagu ini tentang penari tango bernama Alan.

Di lagu ini kenapa om Steve jadi nyebutin hal-hal yang ada di film Lord of the Rings ya? Haha… aku pas dengernya malah jadi inget Frodo. Paan si ah!

Walaupun musiknya Latin, tapi lirik lagunya ga full pake bahasa Spanyol, cuman diselipin dikit. Dan dari beberapa kata bahasa Spanyol dalam lirik lagu itu, aku cuma tau “baila” yang artinya “dance”. Aaaaakkk~

Anyway, aku suka solo gitarnya menjelang akhir lagu, cukup seksi!

 

  1. GOD’S LOVE

Dari Spanyol kita terbang ke Timur Tengah. Omnia nih ya, emang suka adaaaa aja. Tadi udah diajakkin joget Tango, sekarang diajakkin joget Arab-Araban. Ga cuma musiknya, liriknya juga pakai bahasa Arab, walaupun yang paling kedengeran jelas di telingaku cuma “habibi habibi” gitu. However, Omnia emang bener-bener jenius karena bisa bikin lagu yang macem-macem.

 

  1. FOR ALICE

Kalau diliat dari liriknya sih kayaknya ini bercerita tentang Alice yang di  Alice in Wonderland, soalnya kata “kelinci” disebutkan beberapa kali di situ. Hahahag… kayaknya sih.

Membahas tentang musiknya, lagu ini sih lumayan biasa aja, santai selow gitu deh.

 

  1. MONGOL

Kamu akan mendengar banyak ringkikan kuda di lagu ini. Ternyata lagunya memang menceritakan tentang beberapa kuda kesayangan Minii. Siapa itu Minii? Ga tau juga sih. Tapi kayaknya yang dimaksud Steve di lagu ini ya sesuai sama judulnya, bangsa Mongol. Dulu, para prajurit bangsa Mongol yang melegenda itu memang terkenal ahli mengendarai kuda, mereka masing-masing punya lebih dari 2 kuda. Makanya ketika lirik lagu dalam bahasa Mongol di lagu ini aku translate pakai Google, hasil translitannya menunjukkan bentuk jamak, “Minii loves horses”. *Cocoklogi detected* XD

Musiknya ya kamu pasti udah tau lah kayak apa, diliat dari judulnya juga udah bisa ditebak. *males jelasin*

Tapi seru sih musiknya, asik kok! Ada suara pecutan-pecutan kudanya juga, cuman kalo didengerin bener-bener, lebih mirip suara kecrekan sih. Atau simbal? Au ah!

 

  1. GREEN MAN BLUES

Perpaduan sisi folk Omnia sama sisi asiknya mas Satria nih. Om Steve dan mas Satria berduet “hohouwo hoho yeeah~” gitu-gitu deh. Musiknya sih asik, mirip-mirip lagunya Omnia yang Saltatio Vita, khas folk Omnia banget, terus di-mix sama musik gaul khas Satria. Musik gaul tuh yang gimana sih maksudnya? Ada suara knalpot motornya lagi!

 

  1. BLOOD AND BONE

Waduh, pas dengerin intronya aku bisa bablas nyanyiin lagu Driver’s High-nya Laruku nih. Kayak ada suara-suara mobilnya yang hampir sama di lagu Driver’s High. Hahahag… *lupakan!*

Wow! Ini keren loh! Musiknya dinamis. Dari yang pagan banget kayak track pertama tadi, terus berubah agak nyantai dengan unsur kedamaian dari petikan harpa bu Jenny, sampai atraksi perkusi yang memukau menjelang akhir lagu! Keceeee~ braaaaayyyy~

 

  1. AUGUERIES OF INNOCENCE

Puitis banget liriknya. Ga tau tentang apa, aku ga bisa menyuratkan apa yang tersirat *aaaakk~* pemikiran om Steve tentang kehidupan itu terlalu dalam. Sulit dicerna lewat baris-baris puitis semacam itu (atau mungkin otak aku aja yang ga nyampe?).

Musiknya bikin ngantuk, cocok buat dijadikan penutup album ini. Hah? Penutup? Ini track terakhir ya? Iya! Ga berasa udah abis aja.

 

 

Kurang lebih seperti itu lah album PRAYER nya Omnia. Asik, seru, jenius, bisa menghidupkan fantasi dan imajinasi kamu, pokoknya aku suka banget album ini! Sayang berjuta sayang, aku belum bisa beli CD ori-nya T_T

Harap maklum ya, om Steve.

 

Gimana? Kamu tertarik juga sama album Prayer? Kalau kamu punya uang lebih yang ga kepake, terus kamu tertarik dan pingin dengerin lagu-lagu Omnia di album Prayer, kamu beli yang ori aja ya!

Makasih banyak yang udah mampir di blogku.

Fa lalalalalalala~

 

NB : mas Satria udah punya fanpage sendiri di facebook, namanya Sunfire. Terus kayaknya doi mau bikin album lagi setelah kemarin bikin album digital Endorphine.

Advertisements

4 thoughts on “Sedikit mengulas Album PRAYER-nya OMNIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s