Tentang Album Eluvitie – ORIGINS

Origins. Album ke 6  Eluveitie yang udah rilis sejak Agustus 2014 lalu tapi baru dibahas sekarang. Hmm… basi banget ya!

origins cover

Postingan ini bukan maksud me-review ya (udah telat banget kalik?) cuman mau bahas aja daripada ga ada kerjaan akunya, terus kebetulan lagi kangen juga sama mbak Anna sama mbak Nicole :’)

Jumlah track di album Origins ini ada 16 tracks, tapi aku cuma mau bahas 13 tracks aja karena yang 3 tracks lainnya aku ga gitu nyangkut jadi buat apa dibahas? Orang yang dibahas aja belum tentu penting :v *aaaakk~*

 

Ok.

Album ini dibuka dengan satu track intro berjudul sama dengan judulnya,

“ORIGINS”. Isinya cuma semacam narasi sama musik instrumental (flute-nya mana tahan BTW), terus ada efek-efek suara alamnya juga, kayak suara percikan air, hembusan angin, guntur, jeritan kengerian (mungkin korban perang, atau korban perasaan?) dan suara anak kecil yang baca narasi di akhir lagu. Durasinya pendek, 2 menitan. Narasi yang ada di intro ini sih aku sendiri kurang paham siapa yang dimaksud. “He” di teks narasi itu maksudnya siapa ya? Dewa? Raja atau leluhur bangsa Celtic? Mungkin. Ya scara Eluveitie kan nasionalis banget ya, jadi wajar kalau mereka begitu menjunjung tinggi leluhur atau raja-raja terdahulu dari bangsanya. Ngomong-ngomong, suara berat si bapak yang baca narasi di intro ini diisi oleh suara aktor asal Skotlandia, namanya Alexander “Sandy” Morton, usianya 71 tahun, jadi pas dengerin track intro ini emang berasa kayak didongengin sama kakek-kakek bijak gitu. Ya ga si? Terus menjelang akhir durasi, ada suara gadis kecil yang baca narasi dengan  jeritan manusia sebagai backsoundnya. Hmm… mayan bikin merinding. Tadinya aku ga mau masukkin track ini sebagai track terpilih di album Origins karena ada suara ngeri-ngerinya itu, tapi karena menurutku track ini unik, jadi ya udah. Oh iya, gadis kecil yang baca teks narasi di akhir itu namanya Emily Clays, menurut info yang aku dapet, doi emang udah sering ngisi suara-suara di film, radio, lagu, kayak narasi-narasi di lagu Eluveitie kayak gini.

 

Track ke 2, berjudul

“THE NAMELESS”

Salah satu lagu favoritku di album Originis. Lagunya tentang raja terdahulu (atau dewa?), tapi ga disebutin namanya sih. Mungkin nanti bakal disebutin di track ke 12. Haha… engga deng, mungkin lain cerita. Jadi ini mengisahkan kemunculan sang penguasa hebat di bangsa Celtic/Galia. Kalau soal musiknya sih, waduh…. Jangan ditanya! Musiknya yang bikin lagu ini jadi lagu favorit aku di album ini. Power metalnya mantap, folk-nya juga kentel. Di pertengahan lagu ada nuansa ketegangannya gitu, tapi tetep ada aura damainya begitu suara flute sama biolanya masuk. Dan, kita bisa mendengar kembali suara adek Emily Clays di lagu ini menjelang akhir durasi. Hmm… mantap lah pokoknya, ‘kekuatan sosok The Nameless’ di lagu ini berasa. *masa?*

 

“FROM DARKNESS”

Behold! From darkness we come!

Suara mandolin, flute, biola, dan hurdy-gurdy berbaur menjadi sebuah intro yang cukup indah, sebelum nuansa power metal dan growl-nya om Chrigel mulai memasuki lagu. Ini berkisah tentang druid, suku Celtic kuno.

Ngomongin soal musiknya, lagu From Darkness ini hampir mirip sama The Nameless. Mantep!

 

“CELTOS”

Ada sedikit bagian yang diadopsi dari lagu tradisional Britania judulnya Tri Martolod. Kalau bagian chorus dari lagu Tri Martolod itu dipakai buat melodi dan chorus di lagu Eluveitie-Inis Mona, bagian verse-nya Tri Martolod dipakai buat chorusnya Celtos. Om Chrigel emang kreatifitasnya ga bisa mati. Ini bukan plagiat ya gaes, soalnya mereka ambilnya di lagu-lagu tradisonal, di mana jaman itu belum ada yang namanya credit dari sebuah karya. Lagian banyak juga kok, musisi-musisi di luar sana yang mengdopsi lagu tradisional ke karya mereka.

Ngomongin soal lirik lagunya, Celtos ini liriknya pakai bahasa Gaul (kecuali chorusnya). Eh, bukan bahasa gaul kek lo gue getoh ya, tapi maksudnya bahasa yang dipakai bangsa Gaul/Galia/suku Celtic. Lagunya menceritakan tentang kelahiran leluhur bangsa Celtic bernama “io”, io itu putra dari salah satu penguasa Antumnos dan seorang putri bangsawan dari Britania *err… Bretannos itu Britania bukan ya maksudnya?*

Oh iya, Antumnos itu nama tempat semacam Underworld (dunia bawah) menurut kepercayaan bangsa Celtic. Kurang lebih sama kayak Dunia Bawah yang dikuasai Hades menurut bangsa Yunani.

Musiknya sendiri sih ga metal-metal amat, malahan rada-rada merakyat(?) gitu menurutku. Enak lah buat santai. BTW, “santai” versi Eluveitie itu agak beda ya XD

 

Track selanjutnya ada…

 

“VIRUNUS”

Di salah satu postingan blog-ku yang membahas tentang Eluveitie dan lagu-lagu mereka tentang bangsa Celtic, pernah disebutkan bahwa Virunus itu diambil dari salah satu nama tempat penting dalam sejarah bangsa Gaul/Celtic. Itu bukan hasil analisa sotoy, karena aku dapet dari baca interview om Chrigel tentang lagu itu. Dalam lirik lagu Virunus disebutkan “Noreia”, nama kota kuno yang hilang di bagian timur pegunungan Alpen. Ga banyak data akurat yang aku dapatkan dari sejarah Noreia, cuman kalau liat liriknya sih, tempat itu adalah tempat yang subur, makmur, sampe jadi inceran bangsa lain. Di lagunya sih ga disebutin siapa bangsa lain itu, cuma ditulisnya tuh “to vanquish the rapacious beast”. Mungkin bangsa Romawi? Soalnya pas searching tentang Noreia itu ada nama Julius Caesar juga. Cuman kurang paham sih akunya, nanti kalau udah paham dibenerin deh kalau salah. Atau ada reader yang bisa ngasih aku pencerahan? Tolong dibantu ya.

 

Next, track ke 6 ada… NOTHING. Ga penting. Skip ke track selanjutnya…

 

 

“THE CALL OF THE MOUNTAINS”

Yang jadi salah satu hits di album Origins. MV-nya keren, di bukit-bukit, pegunungan, pokoknya ‘alam’ banget lah, ya scara lagunya aja isinya tentang pegunungan yang menjadi ‘rumah’ bangsa Celtic. Wilayah-wilayah bangsa Celtic atau bangsa Gaul itu kan subur-subur,kebanyakan di daerah pegunungan, yang jadi inceran bangsa lain buat dijadiin wilayah kekuasaan, makanya bangsa Gaul jaman dulu sering perang buat mempertahankan wilayahnya. Salah satu lagu Eluveitie yang menceritakan tentang perebutan wilayah kekuasaan adalah “ALESIA”, yang memang menceritakan tentang pertempuran Alesia. Kok… jadi meleber-meleber gini sih bahasnya?

Yak! Kalau tentang musiknya sih, lagu ini ga berat-berat amat, bukan yang power metal, karena bagian vokalnya full dinyanyiin sama Anna Murphy. Dan lagu The Call of the Mountains ini juga tersedia dalam berbagai bahasa. L’Appel des Montagnes, the call of the mountains versi bahasa Perancis, il Richiamo dei Monti, versi bahasa itali, il Clom Dallas Muntognas, versi bahasa Romans, De Ruef vo de Bärge, versi bahasa Swiss-Jerman. Dari ke-4 versi bahasa yang berbeda itu musik dan durasinya sih sama aja, cuma beda di bahasa aja. BTW, dari 4 versi itu aku paling suka sama yang versi bahasa itali, lebih gampang aja ngucapinnya.

 

Track ke 8 ada

 

“SUCELLOS”

Ngeri. Awal lagu aja dibukanya pake efek-efek suara dencingan pedang, terus efek-efek suara yang membawa kita ke bayangan tentang dunia kegelapan gitu *paan sih*

Jangan-jangan ini tentang perang juga?

Ternyata engga, Sucellos itu adalah nama salah satu dewa dalam kepercayaan bangsa Gaul. Sucellos digambarkan membawa sebuah palu atau martil, di kepercayaan lain digambarkan dia juga membawa bir.

Hmm… padahal bawanya palu ya, di lirik lagunya juga disebutin palu, tapi kenapa efek suara di awal pake suara pedang? Kenapa ga pake suara palu kayak palu di pengadilan atau palu kang kayu sama kang bangunan? Ya itu sih seterah om Chrigel ya.

Lagunya menghentak banget nih. Mirip-mirip The Nameless sama From Darkness. Aku suka lagunya Eluveitie yang musiknya kayak gini.

 

Track ke 9 judulnya INCEPTION, lagu tentang ilmu para druid. Sayangnya aku ga gitu nyangkut sama lagu ini, jadi di-skip aja ya.

 

“VIANNA”

Track ke 10 ini mirip-mirip sama The Call of the Mountains, vokalnya dinyanyiin sama mbak Anna, tapi ada scream om Chrigel yang nyempil-nyempil di chorus. Vianna, Vi = violin, biola, Anna = anggun, Anna Murphy *bukan!*

Vianna di sini adalah nama salah satu kota kuno dalam sejarah bangsa Celtic (menurut interview om Chrigel). Lagu ini indah, pas pertama kali denger aku langsung suka. Selain karena vokalnya mbak Anna, permainan biolanya mbak Nicole di lagu ini bikin aku terlena(?)

Duh, jadi kangen mbak Nicole… sekarang doi sibuk apa ya?  Mbak, balik ke Eluveitie lagi dong… aku tuh udah sreg sama kamu mbak… T_T *pundung di pasiran*

nicole_photo by Jarmo Hanninen
cewe violinist itu emang anggun ya! (photo by : Jarmo Hanninen)

 

“THE SILVER SISTER”

Metalnya udah nongol di awal lagu. Ini tentang leluhur bangsa Celtic juga, cuman ga tau sih namanya siapa. Kayak the Nameless gitu deh. Musiknya ya… gitu. Keren! *males jelasinnya*

 

“KING”

Nah!! Ini nih… ‘Raja’nya di album Origins. Intro lagunya dibuka dengan alunan biola mbak Nicole yang indah. Diliat dari judulnya ga mungkin kalau lagu ini ga ‘membakar’. Walaupun temponya ga cepet-cepet amat, tapi kegaharannya pecah! MV-nya juga gahar XD

Satu hal yang paling, paling, dan paaallliiiinggg bikin aku klepek-klepek sama lagu ini adalah solo biolanya mbak Nicole!! Itu sumpah keren parah! Waktu pertama kali liat MV-nya aja aku ulang-ulang terus bagian solo biolanya. Sejauh aku suka Eluveitie, aku belum pernah kesengsem yang gimana banget gitu sama biolanya. Bahkan aku belum pernah liat permainan Meri Tadic (ex violinist sebelum mbak Nicole) yang semengagumkan itu. Atau mungkin akunya aja yang kurang melek sama tante Meri? Ga tau juga sih.

Lagu ini mengisahkan tentang Ambicatus, nama raja legendaris bangsa Celtic.

Ngomong-ngomong nih, curhat dikit yak… sejak mbak Nicole memutuskan untuk keluar dari Eluveitie karena alasan “keluarganya jadi rada ga keurus saking sibuknya sama Eluveitie”, aku tuh jadi sedih tiap dengerin lagu King ini. Setiap part solo biolanya aku langsung keinget senyum bijak(?) mbak Nicole dan gaya permainan biolanya tiap perform. Aku udah sreg banget sama mbak Nicole padahal. Tau ga, om Chrigel aja sampe muji mbak Nicole, dibilang “master of violinist” gitu. Yah… sayang banget ya mbak, kamu musti cabut dari Eluveitie. Kamu udah memberikan yang terbaik, di album Origins ini, kamu udah menunjukkan ke penjuru dunia, kalau kamu adalah salah satu violinist yang penuh talenta. Duh, lebay banget ya mbak aku ini. Semoga kapan-kapan aku masih bisa liat kamu perform bareng Eluveitie lagi (mungkin sebagai guest star atau apa) ya walaupun liatnya cuma lewat video sih. Video YouTube pula.

Tapi salut sih, karena mbak Nicole lebih mementingkan keluarganya daripada Eluveitie. Bagus mbak! Karena harta yang paling berharga adalah keluarga. Walaupun gitu mbak Nicole tetep berkarir kok, cuman mungkin ga sesibuk kayak di Eluveitie gitu ya.

Oh iya gaes, violinist Eluveitie yang baru sekarang namanya Shir-Ran Yinon, permainan biolanya ga kalah pecah dari mbak Nicole, scara, Eluveitie ga mungkin dong milih violinist baru yang standarnya di bawah vionlinist sebelumnya. Kalau kamu masih ragu sama Yinon, liat aja nih, video audisi Yinon waktu dia nge-cover King.

Gitu deh kira-kira ulasan lagu King yang di-mix sama curhatan yang tadinya bilang dikit ternyata panjang juga.

nicole
walaupun bentukannya rocker banget, tapi kamu tetep anggun mbak~

 

Next,

 

“THE DAY OF STRIFE”

Perpaduan biola sama hurdy-gurdy menjadi pembuka lagu ini. Lagunya mantep juga loh, ada rebel choirnya. Di sini permainan biolanya mbak Nicole cukup dominan. Hampir sama kayak The Nameless dan The Silver Sister, lagu ini juga menceritakan salah satu leluhur bangsa Celtic terdahulu.

Sebuah lagu power metal-folk yang sangat indah dan sayang banget kalau ga dimasukkin ke playlist.

 

Abis itu, track berjudul Ogmios (nama salah satu dewa Celtic) yang durasinya cuma 29 detik, intermezzo doang.

Track ke 15,

 

“CARRY THE TORCH”

Liriknya full pakai bahasa Gaulish. Lagu ini mengisahkan tentang akhir masa sang ‘Raja’ (liat track 12) dan dimulainya masa kejayaan baru bagi bangsa Gaul. Liriknya full Gaulish ya? Kok aku bisa nulis begitu tentang arti lagunya? Hmm… ngarang ya? Ah, engga kok, orang aku liat di interviewnya om Chrigel XD

Musiknya sih mirip-mirip sama The Day of Strife, ya gitu deh. *males jelasin*

 

Wah ga berasa ya, tau-tau udah sampe track terakhir aja. Track ke 16,

 

“ETERNITY (outro)”

Masih inget kakek bijak yang baca narasi di track intro ga? Di sini kita ketemu lagi sama suara bijak kakek Sandy. Dengan efek  hembusan angin sebagai backsound-nya, suara sang kakek semakin bikin merinding.

Yah… sayang banget ya, cerita sejarahnya udah selese. Kakek, ceritain lagi dong kek…

“Ya nanti ya Cu, nunggu Eluveitie rilis album baru lagi, itu juga kalau kakek masih bisa diajak rekaman” *paan sih*

Hmm… sedih sih dengerin musik instrumentalnya Eternity. Flute-nya itu maaaakk~ T_T

Walaupun aku mencium sedikit aura kedamaian di track ini, tapi sedihnya lebih berasa. Sedih karena ini track terakhir, jadi postingan ini harus berakhir juga.

Kamu sedih ga kalau postingan ini ikutan berakhir? Engga ya?

 

Yah gitu lah kira-kira ocehanku tentang album Origins. Album ini keren parah, sumpah! FYI, album Origins ini jadi peringkat 1 di Swiss loh.

Dan seperti yang sudah selazimnya(?), SEMUA lirik lagu di album ini yang bikin om Chrigel, dan musiknya juga hampir semua doi yang bikin. Om ivo Henzi juga lumayan banyak berkontribusi dalam pembuatan lagu. Untuk lagu Vianna, itu yang bikin mbak Anna sama om Henzi loh. Waah… 2 personil Eluveitie yang sering aku pairing-pairingin XD *dikira band v-kei kali pake pairing-an*

12138533_1093061200712217_5132528642456777680_o
anna-ivo henzi (via Eluveitie official facebook)

 

Kalau pendapat kamu tentang album Origins gimana?

Share di kolom komen ya ^_^

 

~UPDATE~

Buat kamu yang demen Eluveitie, yuk, gabung di Grup Eluveitie Indonesia!!

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Album Eluvitie – ORIGINS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s