[fanfic the GazettE] NOSEBAND BERDARAH (chapter 3)

reidahTitle                 : NOSEBAND BERDARAH

Chapter           : 3

Genre              : horror ngelawak (lawakan garing)

Author             : Hira Hiraito

 

 

 

 

“Nih, Rei, minum dulu biar anteng!” Kai menyodorkan segelas air kobokan*coret* ke Reita.

Glekk~

Sekali teguk, air di gelas tak tersisa setetespun. Iya lah, orang minumnya pake gelas sovenir kawinan, kan mini kayak Ruki.

“Nambah lagi!!” pinta Reita yang masih belum bisa anteng.

“Ga bersyukur banget sih lo, udah dikasih bukannya makasih malah minta nambah.”

“Buruan, kempot!! Gw ga bisa anteng!!” Reita ngosek-ngosek di lantai kamar Kai kayak kuda lumping kerasukan bishie.

“Iye iye ah!” buru-buru Kai ngacir ngambil air kolam segalon.

 

Setelah ngabisin air di rumah Kai sampe tagihan air Kai naik 2X lipat, Reita baru bisa anteng. Sebelum Reita menceritakan penyebab kegelisahannya, Kai mengundang Ruki untuk nimbrung di rumah Kai. Pokoknya kalo ada rapat atau arisan, mereka musti bertiga, ga boleh engga. Walaupun Ruki kadang cuma ngipas-ngipasin doang, tapi bagaimanapun Ruki adalah bagian dari mereka.

 

Kai manggil nama Ruki 3X sambil nginjek tanah “Ruki Ruki Ruki!!”

Elaah… disangka manggil siluman orong-orong kali? XD

Ajaibnya, Ruki langsung nongol kurang dari 3 menit.

“Wah, cepet amat? Naik apaan lo?” tanya Kai begitu makhluk mini*coret* manis itu nyelonong masuk ke kamar Kai.

“Naik pitam. Engga deng, gw gelinding aja” Ruki sempat heran melihat Reita yang sepertinya sedang bermasalah. “Tu anak kenapa? Sawannya kumat?”

“Reita kayaknya emang lagi ada masalah. Makanya gw panggil lo ke sini, kali aja kita bisa bantuin mecahin masalah Reita.”

“Jangankan mecahin masalah Reita, bisul aja bisa gw pecahin. Ayok dah!”

 

Mulailah Reita menceritakan semua kejadian yang membuatnya berantakan seperti sekarang, termasuk kejadian aneh di malam hari sebelum Reita bertemu dengan Uruha.

Awalnya Kai sama Ruki sempat percaya ga percaya gitu sama cerita Reita. Ya kali aja Reita masih depresi karena kehilangan Aoi dan kehilangan hidung mancungnya, jadi mungkin semua kejadian aneh itu cuma halusinasi Reita.

Tapi setelah Kai dan Ruki mikir keras sampe kepalanya ngebul, bisa jadi itu semua memang nyata dialami oleh Reita. Kecurigaan Ruki tentang noseband peninggalan Aoi itu kembali muncul.

Kai jadi berpikir Uruha ada hubungannya dengan noseband itu. Dan Reita berpikir bahwa hubungan Uruha dengan noseband itu baik-baik saja. *ga gitu*

 

Untuk sementara waktu, Reita harus rela melepas noseband yang membalut hidungnya. Jika setelah itu Reita tidak ‘digoda’ lagi oleh perempu– eh, benc– maksudnya si cantik Uruha, berarti benar kecurigaan Ruki, semua penyebab kemistisan itu adalah noseband Aoi. Tapi jika setelah berpisah dengan noseband itu Reita masih saja dikejar-kejar Uruha, berarti Uruha emang naksir Reita. Bukan! Berarti kecurigaan Ruki itu salah! Dan Ruki harus dikempesin! *diinjek Ruki*

 

“Ok, deal!!”

Dengan berat hati, beraaaaaatttt banget, Reita harus rela melepas noseband itu “Untuk sementara waktu, kita break dulu ya, Nosu-chan. Aku pasti bakalan kangen banget sama kamu” Reita peluk-cium noseband yang udah dia anggap sebagai bagian dari dirinya.

“Drama lo!” umpat Ruki sambil ngemil sendal jepit. Cemilan di rumah Kai kebetulan lagi habis.

Sekarang yang jadi pertanyaan, noseband itu harus diapain?

Setelah melakukan rapat lagi, akhirnya mereka memutuskan untuk menyimpan Nosu-chan di rumah Ruki sementara. Tadinya Ruki ga mau, takut kena imbas juga kayak Reita, tapi setelah author ngancem mau ngempesin Ruki, terpaksa Ruki mau.

“Gw cuma nyimpen ya! Ga make!”

 

Ruki pulang dengan menggenggam Nosu-chan, sementara Reita menginap di rumah Kai karena masih trauma. Kalo tidur sendirian di rumah, Reita takut nanti ga cuma selimutnya doang yang melorot, tapi celananya juga ikut dipelorotin sama demit. Serem kan vroh?

 

 

 

 

Ruki nyelesepin Nosu-chan di bawah tempat tidurnya. Tadinya dia mau nyimpen Nosu-chan di kulkas, tapi takutnya Reita kena flu. *heh?*

 

“Hoaaammm~” Ruki nguap sampe keluar asap. Dia terlalu lelah gara-gara rapat barusan di rumah Kai, sampe-sampe baru merem 3 detik si Ruki udah ngorok.

 

 

 

“Nosu-chan lagi ngapain ya?” Reita ga bisa tidur. Resah gelisah mikirin noseband kesayangannya yang lagi nginep di rumah Ruki.

“Nosu-chan lo lagi pacaran sama sarungnya Ruki!” -_-

“Ck. Kira-kira dia kedinginan engga ya?”

“Berisik lo!!” merasa terganggu, Kai ngebekep muka Reita pake bantal. Reita ga tau kalo bantal itu udah kena iler Kai terus ga dijemur. iuuuh~ -_-

 

 

 

“Duh, lavar~” Ruki keluar dari kamarnya menuju dapur, niatnya mau masak mi Sedaap rasa Indomie.

Ketika sampai di dapur, Ruki dikejutkan oleh sosok makhuk berambut cokelat panjang terurai, mengenakan tanktop putih pendek, dan rok mini berwarna hitam, rok mini itu lebih mini dari Ruki. Makhluk itu berdiri membelakangi Ruki.

Perlahan Ruki berjalan mendekatinya. Dipikir-pikir, Ruki cuma tinggal berempat, dia sendiri, kakak cowo, babeh, sama emaknya. Dan cewe seksi itu ga mungkin emak Ruki, orang emaknya Ruki badannya udah melar. Apa dia pacar kakaknya Ruki?

“Ehm!” ceritanya Ruki dehem-dehem, dan cewe itu pun perlahan mulai balik badan nengok ke Ruki.

 

Jantung Ruki serasa mau copot begitu makhluk di depannya menoleh dan langsung melempar senyum dingin ke Ruki.

“TI-TIFA… TIFA LOCKHART??” ini bener-bener kayak mimpi!! Mimpi yang sempurna! Ada cosplayer Tifa Lockhart yang tau-tau nyempil di dapur Ruki tengah malam begini!

Seketika Ruki melupakan rasa laparnya. Dia masih terpesona sama cosplayer cantik [dan seksoy] yang berdiri menatapnya.

Tifa Lockhart adalah salah satu karakter game Final Fantasy yang jadi favorit Ruki. Sepanjang hidup Ruki, dia belum pernah melihat cosplay Tifa Lockhart yang sesempurna itu secara langsung, apalagi sedekat ini. Di dapur pula. Udah gitu tengah malem, sepi. Aduuhh~ Ruki harus membentengi imannya dengan benteng Takeshi.

 

Ruki tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ia lalu meminta cosplayer cantik itu untuk berfoto bareng dengannya. Ruki buru-buru ke kamar buat ngambil kameranya. Kalau aja Ruki tau bakalan ketemu cosplayer Tifa Lockhart itu, pasti Ruki udah nenteng-nenteng kamera ke dapur. Iya, abis itu kameranya direbus -_-

 

Ruki kembali ke dapur setelah mengambil kamera milik kakaknya. Ruki baru sadar ternyata dia cuma punya kamera hempon.

Cengiran lebar menghiasi wajah manis Ruki begitu melihat sang cosplayer masih setia menunggunya.

“Ng… gimana kalo kita cari tempat lain buat foto? Ga seru foto-foto di dapur, ntar kamu disangka foto sama tabung gas” usul Ruki.

Cosplayer cantik itu menggeleng. Ruki tau kalo dia ga setuju, jadi ya apa boleh buat? Selama cosplayernya kece, foto di mana aja juga oke.

 

Prett!!

 

Bunyi kameranya ga enak banget XD

Ruki mencoba melihat hasil jepretannya, beneran keliatan kayak tabung gas apa engga si Ruki itu.

“Eh?” Ruki terkejut melihat hasil bidikan kameranya karena yang terlihat Ruki tidak sedang berfoto dengan seorang cosplayer, melainkan dengan bayangan dirinya sendiri. Itu lebih pantas disebut dengan selfie, self photography.

“Busett!! Tu cosplayer kenapa ilang? Tifa!! Tifa kamu di mana?” Ruki teriak-teriak sambil getokkin panci. Untung seisi rumah ga pada bangun (kelewat ngebo)

“Aku di sini!” suara dingin itu muncul dari arah belakang Ruki. Dan benar saja, begitu Ruki menoleh, cosplayer cantik itu berdiri di belakang Ruki dengan sebilah pisau dapur di tangan kanannya. Ia terlihat lebih dingin, kedua matanya memancarkan amarah. Ruki menyadari bahwa dirinya sedang tidak aman sekarang. Ruki pun berlari meninggalkan dapur menuju kamar emaknya.

Siyal, waktu Ruki lagi lari-larian, kakinya kesandung kaki meja di ruang makan.

GUBRAKK!!

 

“Aw!!”

Ruki terjatuh dari tempat tidur. Ternyata tadi itu cuma mimpi. Mungkin bisa disebut ‘mimpi basah’ karena tubuh Ruki basah oleh keringat. Mimpi itu terasa seperti nyata.

“Buset! Mimpi gw serem amat?” Ruki masih terkulai lemas di lantai dekat tempat tidurnya. Jam menunjukkan pukul 23.50, artinya Ruki belum lama terlelap.

Baru merem bentar udah mimpi serem, itu bikin Ruki jadi ga bisa tidur lagi. Mendadak Ruki kepikiran noseband yang dia selesepin di bawah bantal.

“Jangan-jangan…” Ruki balik ke tempat tidur lalu mengambil noseband itu. Ruki curiga, dia dapet mimpi buruk gara-gara tu noseband dia selesepin di bawah bantal yang dia pake buat tidur. Biar lebih aman, Ruki pindahin noseband itu ke lemari pakaiannya.

Dan Ruki pergi tidur lagi.

 

Belum juga 5 menit Ruki merem, godaan kembali datang. Ruki mendengar suara ‘jeduk-jeduk’ entah dari mana.

Karena penasaran, Ruki turun dari tempat tidurnya lalu mencoba menemukan asal suara itu.

Suara itu semakin terdengar jelas ketika Ruki berjalan mendekati lemari pakaiannya. Seketika Ruki merinding disco.

Dia inget, barusan noseband itu dia pindahin di lemari. Waduh, jangan-jangan cosplayer Tifa Lockhart yang nongol di mimpi Ruki tadi ikutan pindah ke dalem lemari juga?

 

“Emaaakkkk~” ga pingin berurusan sama demit lagi, Ruki akhirnya memutuskan buat ga tidur di kamarnya, dia lebih milih bobok dikelonin sama emak, biar lebih aman.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“Tuh!!” baru nyampe kelas, Ruki udah pasang muka sepet sambil ngebanting noseband di meja Reita. “Gw kapok nyimpen noseband lo! Eh, noseband abang lo!”

“Kenapa?” tanya Reita polos ala bocah di iklan biskuit.

“Semalem, -(*&^%$#@!?~” Ruki menceritakan semua kejadian aneh yang dia alami semalam selama noseband itu menginap di rumah Ruki.

Reita sampe ikutan merinding. Bukan merinding karena dengerin cerita Ruki, tapi merinding karena ngeliat muka angker Ruki.

 

“Cosplayer demit yang nongol di mimpi lo itu kayak apa mukanya?” tanya Reita sambil benerin noseband buatan Kai [yang kurang enak dipake]. Ga ada noseband Aoi, noseband buatan Kai juga ga apa deh, yang penting hidung Reita ada tutupnya.

“Ya cantik. Cantik banget. Matanya sayu-sayu gimana gitu, dan yang paling gw inget itu pah— bibir keritingnya!” sebenernya Ruki lebih inget ke paha mulus cosplayer itu XD

“Nah!! Persis!! Itu persis banget kayak benc– demit cantik yang gw liat kemaren-kemaren selama gw pake noseband abang gw! Terus, lo nemu benjolan(?) jakun di leher dia ga?”

“Aduh, gw kurang merhatiin yang itu. Lagian juga gw liatnya di mimpi, gw ga mikir sampe ke sana vroh.”

“Gitu ya?” (._.)

“Ga salah lagi, pasti tu demit ngincer noseband bang Aoi!” Ruki balik meja.

“Tapi buat apa?” Kai yang dari tadi cuma nyimak pun mulai bunyi.

“Ya mana gw tau?” Reita sama Ruki kompakan.

“Coba kita tanya ke yang baca fanfic ini, mungkin mereka tau?”

“Ah, ide bagus!!”

 

================= T.B.C ===================

 

Kira-kira kenapa Uruha ngincer noseband Aoi ya? XD

Maaf kalo ada salah-salah. Makasih banyak yang udah baca ^o^

Betewe, chapter depan mengecewakan, aku ga PD aselinya

Gomen~ X’D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s