Ayahku Pernah Berpesan : “Kamu harus tau arti dari bacaan sholat.”

Tulisan ini diketik hari Senin, 13 Juli 2015.

image

Jadi tadi pagi ceritanya aku lagi beberes kamar, terus nemu buku kecil ini nyempil di tumpukan buku yang udah ga kepake.
Buku “Risalah Tuntunan Shalat Lengkap” oleh Drs. Moh. Rifa’i, penerbitnya PT. KARYA TOHA PUTRA, Semarang, tahun 1976.
Wah, tua banget ya! Iya, itu tahun yang aku temukan di halaman Kata Pengantar.
Buku ini emang udah lama banget ada di rumah aku, jadi kondisinya udah ga mulus.
Buku ini emang kecil, tapi manfaatnya besar sekali. Tulisan-tulisan di buku ini banyak membantu aku dalam dalam mempelajari sholat dan seluk-beluknya(?) termasuk ber-toharoh, juga sholat-sholat sunnah.
Lewat buku ini juga aku pernah belajar bertayamum waktu aku sakit dan ga boleh kena air.
(Waktu itu ane kena cacar vroh! :v )

Tadi, waktu nemuin buku itu, aku sempet buka-buka lagi, sambil leha-leha bentar biar ga kelewat capek.
Aku lihat ada gambar orang berwudhu, bertayamum, dan melakukan gerakan-gerakan sholat. Gambarnya belum berubah. Mas-mas yang lagi sholat masih pake baju dan celana panjang polos. *ya iya lah*
Pokoknya buku itu lengkap banget, walaupun ukurannya kecil. Di dalamnya terdapat bacaan-bacaan dengan tulisan Arab, tulisan latin, dan terjemahan bahasa Indonesia.
Melihat terjemahan bahasa Indonesia di buku itu, aku mendadak keinget pesan ayahku waktu aku baru baligh, baru beranjak dewasa, sekitar kelas 2 SMP. Jadi waktu itu ayahku pernah bilang :
“Kamu harus tau arti dari setiap bacaan dalam sholat. Sholat itu isinya doa, jadi jangan sembarangan membacanya.”
Dan pernah suatu ketika aku mendengar kalimat dari seorang ustadz di tv (aku lupa namanya. Nama ustadznya, bukan nama stasiun tvnya), beliau berkata :
“Salah satu hal yang membuat kita bisa khusyuk dalam melakukan sholat ialah mengetahui arti bacaan sholat.”
Tepat sekali pas ustadz, itu nyambung sama pesan ayah saya ke saya waktu saya baru mendapat kewajiban untuk sholat karena sudah baligh, dan semua amalan baik buruk sudah menjadi tanggungan saya sendiri.

Ayahku bilang “Di buku tuntunan sholat itu ada, lengkap.”

Mulailah aku kembali membuka buku tuntunan sholat yang waktu aku ujian praktek SD masih aku pake buat menghapalkan bacaan sesudah wudhu. Pfftt~ aku emang dableh, SD kelas 6 tapi bacaan abis wudhu aja ga hapal-hapal. Sebelum praktek mapel Agama waktu itu aku cuma baca “Alhamdulillahirobbil’alamiin” tiap abis wudhu XD

Oke, dan waktu itu, sesuai pesan ayah, aku mulai membaca satu per satu arti dari bacaan sholat. Dulu sebelum baligh, aku cuma tau arti dari “Allahuakbar” sama “Bismillaahirrohmaanirrohiim” XD

Pertama, niat. Misalnya mau sholat Subuh, arti niatnya : “Saya berniat menjalankan sholat fardhu subuh 2 rokaat dengan menghadap kiblat, karena Allah.”
Sebenarnya niat itu sudah ada dalam hati, tapi untuk memantapkannya kita membaca niat itu secara lisan, tentunya dengan menggunakan bahasa Arab. Arti yang pake bahasa Indonesia itu kan maksudnya biar kita tau aja, jadi kita udah niat sholat karena Allah ya karena Allah, bukan karena gebetan atau pacar, bukan karena biar dipuji teman, atau biar disayang calon mertua.

Setelah membaca niat, kita membaca takbir dengan mengangkat kedua tangan. Semua umat muslim pasti tau arti dari kalimat takbir, jadi kayaknya ga usah dijelasin di sini ga apa kan?

Terus setelah takbir kita disunnahkan membaca doa iftitah (iya, bacaan iftitah itu termasuk sunnah). Doa iftitah yang dibaca setelah takbir pertama ini ada 2 macam, yang versi panjang sama yang pendek.
Aku sendiri biasa baca yang versi panjangnya.
Arti dari bacaan iftitah yang panjang :
“Allah Maha Besar lagi Sempurna Kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Ku hadapkan wajah dan hatiku pada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukan dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya, sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.”

Sedangkan arti dari bacaan iftitah versi pendek :
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa sejauh jarak antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa bagaikan bersihnya kain putih dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku dengan air dan air salju yang sejuk.”

“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah”, kalimat itu selalu diucapkan dalam sholat, jadi kalau ada yang menggombali gebetan atau pacarnya dengan kalimat gombalan semacam “Aku cinta kamu, hidupku hanya untukmu”, berarti orang itu (jika dia muslim) engga ngerti tentang apa yang dia baca dalam sholatnya.
Sudah jelas, “Hidupku dan matiku hanya untuk Allah” jadi jangan gunakan kalimat itu untuk menggombali gebetan atau pacar. Kok jadi nyrempet-nyrempet ke pacar?
Haha.. authornya sirik ya? Zomblo ya? XD

Kemudian setelah membaca doa iftitah, kita membaca surat Al-Fatihah, bacaan yang WAJIB dibaca dalam sholat.
Alhamdulillah, dalam pekerjaanku, aku selalu membiasakan anak-anak didikku untuk menghapal arti dari surat Al-Fatihah, jadi mereka ga cuma hapal bacaanya, tapi artinya juga. Dan hal itu juga berguna buat aku untuk memperkuat hapalan arti surat Al-Fatihah.

Arti surat Al-Fatihah :
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, yang menguasai Hari Pembalasan.
Hanya Engkau lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau lah kami memohon pertolongan.
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka.
Bukan jalan mereka yang Kau murkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

“Ketika kamu membaca bacaan sholat, hati kamu ikut ‘membaca’ artinya”, aku pernah mendengar kalimat itu dari salah satu guru aku waktu aku masih sekolah (lupa, pas SMP apa SMA). Maksudnya bukan pas misalnya kita baca satu ayat Al-Fatihah terus diam sebentar buat membaca artinya dalam hati gitu bukan, tapi ketika membaca setia ayat Al-Fatihah, kita tau artinya, dan otomatis pikiran kita akan tertuju sama apa yang terbesit dalam hati kita.
Begitu.
Kalimatku belepotan ya? Maaf kalau kalimatku sulit dimengerti, tapi tolong ngertiin aku, kali ini…. aja XD *apasih*

Dalam membaca surat Al-Fatihah, ada baiknya kita memberi jeda dalam setiap ayat yang kita baca, karena ketika kita membaca Al-Fatihah, Allah akan menjawabnya šŸ™‚

Setelah membaca surat Al-Fatihah, selanjutnya kita membaca surat-surat pendek. Surat pendek yang panjang juga boleh kalau hapal (??) XD
Membaca surat pendek dalam sholat itu hukumnya sunnah.
Nah ini nih…
Surat-surat pendek itu kan banyak banget, apa iya kita harus tau artinya juga per ayat?
Ya kalau memang orang itu hafidz qur’an sih ga masalah, cuman kalau manusia-manusia yang ilmunya cetek dan hapalannya lemah kayak author gini, gimana?
Mohon maaf, sejauh ini aku belum menanyakan tentang hal ini sama pakarnya. Aku hanya “cukup tau kandungan surat” dalam surat-surat pendek yang dibaca dalam sholat setelah surat Al-Fatihah itu sudah cukup.

Setelah itu, membaca takbir dan dilanjutkan gerakan rukuk kemudian bertasbih. Bacaannya pasti udah pada tau dong?
Arti bacaan ketika rukuk : “Maha Suci Tuhan yang Maha Agung, serta memujilah aku kepada-Nya.” Sunnah dibaca 3X.
Setelah selesai membacanya, dilanjutkan dengan i’tidal. “Samiallahuliman hamidah” yang artinya “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Kemudian membaca bacaan i’tidal yang artinya :
“Ya Allah, ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.”

Terus membaca takbir pas mau sujud.
Arti dari bacaan ketika sujud : “Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi, serta memujilah aku kepada-Nya.”
Sujud itu merupakan gerakan yang sangat mulia dalam sholat, bahkan Rosul menyuruh kita untuk memperbanyak sujud.
Makna sujud itu dalam sekali loh!
Sujud sebagai simbol bagi kita untuk melepaskan kesombongan. Aku jadi ingat kata-kata salah satu guru aku (lupa, pas SMP apa SMA), beliau berkata : “Letak kesombongan itu ada di kepala.”
Setelah aku baca-baca lagi tentang makna sujud, ya memang betul.
Dan lagi, manusia itu kan diciptakan dari tanah, di mana tanah letaknya itu ya di bawah. Kalau tanah yang ada di pot kembang yang digantung di atas? Ya sama aja kan ngambilnya dari bawah juga.
Dengan bersujud, kepala kita nempel ke tanah, badan kita dekat dengan tanah, itu bermakna bahwa kita sebagai manusia yang diciptakan dari tanah, tidak boleh meninggi (sombong), karena hanya Allah lah yang Maha Tinggi.
Dan sebagai makhluk yang diciptakan dari tanah, ujung-ujungnya kita akan balik ke tanah juga.

Ngomong-ngomong tentang gerakan sujud, ada 7 bagian tubuh kita yang harus nempel ke tanah, yaitu : kening, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua bagian telapak kaki. Itu yang sudah disepakati oleh para ulama terdahulu. Sebenernya ada lagi sih, yaitu bagian “hidung” (bagi yang mampu) tapi itu sunnah. Rosulullah waktu sujud memang hidungnya nempel tanah. Tapi baginda Rosul sangat mengerti, bagi orang-orang yang berhidung pas-pasan kayak author ini, untuk menempelkan hidung ke tanah dalam posisi sujud memang cukup sulit, jadi itu tidak diwajibkan. Daripada maksa kan? XD

Selanjutnya, gerakan duduk di antara 2 sujud.
Arti bacaannya : “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, dan cukupkanlah segala kekuranganku, dan angkatlah derajatku, dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk, dan berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.”
Subhanallah…
Dalam duduk yang sebentar itu kita sudah memanjatkan banyak permohonan, maka bacalah dengan benar, dengan tidak tergesah-gesah, karena kalau bacanya tergesah-gesah nanti lidahnya blibet, terus bisa merusak makna dari doa kita.

Setelah itu sujud lagi terus berdiri (karena masih rokaat pertama). Kita langsung bahas gerakan tahiyat akhir ya.
Bacaan tahiyat akhir ini panjang memang. Tapi di dalamnya terdapat ikrar kita sebagai muslim, yaitu rukun islam yang pertama : “Membaca 2 kalimat syahadat.”
Arti bacaan tasyahud / tahiyat akhir :
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan bagi Allah.
Salam, rahmat, dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi Muhammad.
Keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang sholeh.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.
Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan limpahkanlah rahmat kepada keluarga Nabi Muhammad.
Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya.
Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Di seluruh alam semesta, Engkau lah yang terpuji dan Maha Mulia.”

Mungkin dalam benak sebagian muslim pernah terbesit pertanyaan “Kenapa yang disebut dalam bacaan tahiyat akhir hanya Nabi Ibrahim (selain Nabi Muhammad)? Kenapa ga Nabi Adam aja yang pertama kali diciptakan? Atau Nabi Isa? Atau yang lainnya?”

Nabi Ibrahim AS merupakan nabi paling mulia ke 2 setelah Nabi Muhammad. Beliau adalah Bapak dari para nabi. Seluruh nabi dan rosul yang lahir setelah Nabi Ibrahim adalah keturunannya, termasuk Nabi Muhammad. Nabi Muhammad juga merupakan keturunan Nabi Ibrahim (dari Nabi Ismail bin Ibrahim). Nabi Ibrahim adalah nabi yang istimewa. Beliau lah yang mendirikan Ka’bah, yang merupakan kiblat bagi kaum muslim.
Nabi Ibrahim pernah mendoakan umat Nabi Muhammad waktu di Ka’bah.
Loh? Waktu itu kan Nabi Muhammad belum lahir, kenapa bisa Nabi Ibrahim mendoakan umatnya Nabi Muhammad?
Gaes, Nabi Muhammad adalah nabi PERTAMA dan TERAKHIR. Bahkan sebelum Allah menciptakan manusia pertama yaitu Nabi Adam, ruhnya Nabi Muhammad udah ada, cuman beliau menjadi nabi dan rosul yang terakhir muncul di muka bumi. Jadi, jangankan Nabi Ibrahim, Nabi Adam yang diciptakan lebih dulu aja udah tau bahwa nantinya akan ada nabi terakhir yang menjadi penutup, yaitu nabi kita, Muhammad SAW.

Balik lagi ke pembahasan sholat.
Setelah tahiyat akhir, kita tengok ke kanan dan ke kiri sambil membaca salam “Assalammu’alaikum wa rohmatullah” (Keselamatan dan rahmat Allah atas kalian).

Alhamdulillah…

So, gaes, mengetahui arti bacaan dalam sholat itu penting. Jadi kita sholat ga sekedar baca pake bahasa Arab aja, tapi kita juga tau maknanya, yang insya Allah bisa menambah kekhusyukan kita dalam sholat, karena pikiran kita akan fokus pada arti dari bacaan sholat yang terbesit dalam hati kita, dan secara otomatis pikiran kita tertuju sama Allah.
Ya walaupun untuk melaksanakan sholat yang benar-benar khusyuk itu memang sangat sulit sekali, tapi tidak ada salahnya kita berusaha biar bisa khusyuk.

Gitu aja deh, mudah-mudahan varokah dan bermanfaat ya ^_^
Mohon maaf kalau banyak salah-salahnya, aku juga lagi belajar, jadi mohon bimbingannya.
Makasih yang udah mampir.
^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s