KONSTELASI GEMINI

Niatnya sih cuma pingin bahas mitologinya aja karena yang bikin aku tertarik sama rasi ini ya karena mitologinya yang bisa dibilang cukup mengharukan. Padahal ya, dulu waktu kecil aku ga suka sama Gemini, soalnya Gemini itu zodiaknya 3 teman paling menyebalkan di masa kecil aku, dan sampe sekarang mereka masih ada di daftar “manusia yang ga pingin aku kenal lagi dalam hidupku”. Uhuk! Drama banget XD *author ini memang tipe pendendam* *abaikan!*
Konyol emang, yang ngeselin orangnya, zodiaknya ikutan disebelin. Wkwkwk… maklum lah, dulu namanya masih bocah, jadi segala tentang orang yang dibenci ya ikutan dibenci. Kok malah jadi curhat ya? XD
Hahahag… sorry, sorry.

Kalau ngomongin soal “Gemini”, pikiran kita pasti langsung tertuju ke si kembar Castor dan Pollux.
Menurut mitologi Yunani, Castor dan Pollux (Polydeuces) adalah sepasang dewa bersaudara, putra Leda, istri raja Sparta. Tapi ada yang menyebutkan bahwa hanya Pollux lah yang dewa, sementara Castor cuma manusia biasa setengah dewa karena cintanya Pollux. Menurut catatan kuno (maaf, aku kurang tau siapa penyairnya) Castor murni buah cintanya Leda sama suaminya yang seorang raja (pastinya doi manusia), dari hasil pernikahan dengan raja Tyndareus, Leda melahirkan Castor dan seorang putri bernama Clytemnestra. Sampai pada suatu hari, Zeus mendatangi Leda dalam wujud angsa (cygnus). Mereka lalu ber-indehoy-ria. Jadi Leda selingkuh sama angsa? Jadi Leda itu termasuk zoofilia? O..O
Engga! Engga gitu juga! XD
Zeus seringnya berubah wujud jadi binatang atau jadi apapun yang dia suka buat mendatangi perempuan incerannya, ya biar ga dicurigain sama orang atau sama suami perempuan itu. Sama kayak waktu Zeus mendatangi emaknya Perseus, dia berubah wujud menjadi seekor elang, begitu masuk ke kamar perempuan itu, dia berubah ke wujud aslinya.
Dari hasil perselingkuhan Leda sama si angsa, eh, sama Zeus maksudnya, Leda melahirkan Pollux dan Helen (cewe cantik yang jadi penyebab perang Troy). Pollux jadi dewa, tapi Helen jadi manusia biasa. Jadi? Pollux dapet gen bapaknya, Helen dapet gen emaknya, gitu? Ya kali.
Ngomongin soal Leda dan angsa (cygnus) aku jadi inget Leda ‘ex-DELUHI’ dan gitar Cygnus nya 🙂 *abaikan!*

Walaupun seibu beda bapak, tapi Castor dan Pollux saling menyayangi layaknya saudara kandung seibu sebapak. Dan banyak juga yang menganggap mereka adalah putra Zeus. Orang-orang Yunani menyebutnya “Discouri” yang artinya “Pemuda Zeus”.
Castor dan Pollux sering digambarkan sebagai dewa yang menyelamatkan para pelaut, kalau kata Hermes sih mereka sebagai pelayannya Poseidon (dewa Laut), mereka juga dianggap sebagai dewa penyelamat dalam peperangan.
Mereka juga ikut berperan dalam misi pencarian Bulu Domba Emas dan perburuan babi di Calydonian, tapi peran mereka di situ ga begitu penting, ga banyak dibahas. Kisah paling terkenal dari mereka itu tentang kematian Castor.

Suatu hari Castor dan Pollux pergi ke sebuah negeri, entah mereka mau ngapain, mungkin cuma traveling ngilangin stress abis ujian *uhuk! Emang author??* XD
Castor dan Pollux memang dikenal hebat dalam bertarung, apalagi si Pollux, doi paling jago main berantem-beranteman, eh, adu tinju maksudnya. Dulu Pollux pernah ngalahin Mohamad Ali, vroh! XD *pitnah*
Melihat kehebatan mereka, raja di negeri itu, namanya Leucippus, berjanji akan menikahkan mereka dengan putri-putrinya. Tapi entah apa alasannya, sang raja malah memberikan putri-putrinya pada kedua putra raja Messenia. Jelas Castor dan Pollux marah. Muke gile~ mereka jadi korban PeHaPe!! -_- “)
Terus akhirnya mereka berantem, dan beranteman(?) itu, Castor yang seorang manusia biasa akhirnya wassalam alias tewas.
Pollux pun berduka, sediiiiihhh banget kehilangan saudara tercintanya.
Pollux lalu memohon pada Zeus untuk mengambil nyawanya juga, biar bisa ketemu Castor meski di dunia bawah. Ya ampun… segitunya ya :’)
Zeus pun mengabulkan permohonan Pollux, sang petinju hebat itu lalu pergi menyusul saudaranya menuju istana Hades di dunia kematian.
Namun, untuk mengenang kedua putranya itu, Zeus menempatkan Castor dan Pollux di langit sebagai rasi bintang yang kita kenal dengan nama Gemini.

vlcsnap-2015-06-23-00h36m46s233

Dalam tulisan karya Lucian, seorang penulis dari Yunani, ada kata-kata Hermes yang aku suka banget. Hermes bilang gini : “Castor dan Pollux saling menyayangi satu sama lain. Saat takdir memutuskan salah satu dari mereka harus mati dan hanya satu yang abadi, mereka memutuskan untuk saling membagi keabadian itu”.
So sweet ya :’)
Oke deh, mitologinya udahan. Sekarang kita bahas tentang rasi bintangnya XD

Gemini, salah satu rasi bintang zodiak yang berada di sepanjang garis ekliptika. Gemini berbatasan dengan rasi Lynx, Auriga, Taurus, Orion, Monoceros, Canis Minor, dan Cancer. Kalau ditarik garis antara bintang-bintangnya memang terlihat seperti dua orang yang lagi berdampingan. Sama seperti rasi Orion, bintang paling besar dan paling terang di rasi Gemini malah dikasih nama “beta”, bukan “alpha”, tapi ya udah lah, seterah yang ngasih nama, mereka punya alasan tersendiri kenapa bisa begitu.
Pollux atau disebut “Beta Geminorum” adalah bintang raksasa berwarna oren, tapi ukurannya lebih kecil dari Aldebaran dan Rigel. Pollux itu salah satu bintang yang mempunya planet, planetnya Pollux diberi nama “Polydeuces”, yang tidak lain tidak bukan adalah nama lain dari Pollux sendiri. Ini siapa sih yang ngasih nama kok kurang kreatip? XD *ditinju sama yang ngasih nama* x_x)v
Pollux lebih terang 32 kali dari matahari dan diperkirakan umurnya lebih tua dari matahari.

Selanjutnya ada Castor (Alpha Geminorum) adalah bintang paling terang ke dua di rasi Gemini. Pada tahun 1678, Castor ditemukan sebagai bintang ganda. Berdasarkan penjelasan tentang Castor di video youtube yang pernah aku lihat, ada sekitar 6 bintang Castor yang masing-masing ukuran dan magnitudonya berbeda.
Ngomongin soal penamaan, kenapa Castor mendapat gelar sebagai “alpha” dengan tingkat kecerlangan yang ga lebih dari Pollux? Balik lagi ke pembahasan tentang Orion yang kemarin, penamaan bintang alpha itu engga selalu menurut tingkat kecerlangannya, tapi ada beberapa alasan, seperti kemunculannya, letaknya atau posisinya, bahkan menurut mitologinya. Kalau dilihat berdasarkan posisinya, Castor memang berada di atas Pollux. Dalam mitologi, Homer (bapak penyair Yunani) menempatkan Castor di atas Pollux, mereka mengendarai kuda putih, dan Castor menjadi pengendali kuda, supaya baik jalannya. Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk~ *kamu baca sambil nyanyi?*
Jadi mungkin karena alasan itu lah, Johann Bayer memberi nama “alpha” buat Castor.

vlcsnap-2015-06-23-00h37m14s190

Ada Alhena, bintang terang ke tiga di rasi Gemini. Dia diberi nama “Gamma Geminorum”. Selanjutnya ada Tejat Posterior, Mebsuta, Tejat Prior, Wasat (bukan Wasat yang buat chatting ya! Itu ‘whatsapp’), terus ada Al Kirkab, dan yang terakhir Mekbuda. Kebanyakan nama bintang memang berasal dari bahasa Arab, karena dulu para astrolog muslim lah yang pertama kali menemukan bintang-bintang dan membuat peta bintang. Dulu sekitar abad ke 8, para astrolog muslim pernah mengalami masa-masa kejayaan, sayangnya ya gitu deh, diambil alih sama bangsa barat, jadi penamaan bintang-bintangnya juga banyak yang mengalami perubahan (buku-buku berbahasa Arab mulai diterjemahkan ke bahasa Latin sekitar abad ke 12 M).

Di rasi Gemini juga ada hujan meteornya, biasa disebut Hujan Meteor Geminids. Puncak hujan meteor Geminids terjadi pada tanggal 13-14 Desember. Paling banyak bisa sampe 100 meteor per jam. Wow~ banyak banget ya! >_<

vlcsnap-2015-06-23-00h35m01s213

Ya udah deh, segini dulu. Maaf kalo kurang komplit.
Makasih yang udah mampir ^_^)//

Advertisements

2 thoughts on “KONSTELASI GEMINI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s