Deirdre & Naoise (cerita cinta-cintaannya mitologi Celtic) XD

Sejak kenal Eluveitie, sejak aku makin suka sama musik folk dan musik Celtic, aku jadi tertarik sama hal-hal yang berbau Celtic. Sebelumnya aku lebih suka sama hal-hal semacam mitologi Yunani daripada mitologi yang lain (Nordik misalnya). Tapi setelah tau history dan arti dari lagu-lagu folk atau lagu-lagu celtic yang aku dengerin, aku jadi makin kepo, jadi makin pingin tau lebih banyak tentang bangsa Celtic dan mitologinya.

Ga Yunani, ga Nordik, ga mitologi Jawa, hampir semua mitologi dari berbagai negara pasti ada unsur romantic-nya. Begitu juga sama mitologi Celtic, lebih tepatnya mitologi dari Irlandia, itu yang mau aku bahas di postingan ini.

Haha… mendongeng… mendongeng… X’D

Jadi waktu itu aku mendadak iseng googling tentang cerita cinta-cintaan di mitologi Celtic (keywords pake bahasa Inggris, pake bahasa Indonesia ga nemu-nemu) dan kemudian nongolah salah satu kisah cintrong paling terkenal dari Celtic lebih tepatnya dari Irlandia. “Deirdre and Naoise”. Walaupun bacaannya pake bahasa Inggris sementara kemampuan bahasa Inggrisku pas-pasan, tapi ga apa deh, itung-itung nambah kosakata bahasa Inggris dikit-dikit. Untung di hape udah aku install aplikasi kamus (offline) XD

Oke, cekidot~

Deirdre and Naoise

 

Di malam bulan purnama, telah lahir seorang anak perempuan yang diberi nama Deirdre. Bayi cantik itu menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya. Feidhlim sang ayah lalu membawa putrinya ke para druids untuk diramalkan nasibnya. Dalam sejarah kuno bangsa Celtic, druid adalah orang-orang yang mempunyai keahlian dalam bidang ilmu dan meramal. Bangsa Celtic erat kaitannya dengan ilmu-ilmu sihir, dan mereka sangat mempercayai ramalan.

Para druids memejamkan mata lalu menengadah ke langit malam yang berbintang. Mereka tersenyum, mereka mengatakan bahwa kelak Deirdre akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, bahkan menjadi yang tercantik di Ulster (nama sebuah provinsi di bagian utara Irlandia).

Namun kemudian para druids itu bersedih. Mereka berkata bahwa kelahiran Deirdre akan membawa kematian dan perselisihan di negerinya.

Tak lama setelah itu, The Red Branch Knights (bangsa Irlandia kuno menyebutnya Cróeb Ruad) semacam kelompok kemiliteran Ulster mendengar kabar tentang ramalan para druids. Mereka lalu pergi menemui Raja Connor (atau Conchubor) untuk melakukan sesuatu agar ramalan tersebut tidak akan terjadi. Beberapa anggota Red Branch Knights menyarankan supaya bayi itu dibunuh.

Namun sang raja menolaknya, ia memutuskan untuk mengasingkan bayi cantik itu ke hutan yang jauh, dan ketika Deirdre tumbuh dewasa menjadi gadis tercantik di Irlandia, dia akan diperistri oleh sang raja.

Tidak ada satu pun yang berani menentang perintah Raja Connor. Dengan berat hati, kedua orang tua Deirdre harus merelakan putri kebanggaannya untuk diasingkan ke hutan. Tapi sang raja menjamin kehidupan Deirdre karena bayi itu tidak ditinggalkan sendirian di hutan, melainkan bersama Levarcham, seorang pengasuh yang diamanati raja Connor untuk merawat dan mengajari banyak hal pada Deirdre, hingga Deirdre tumbuh dewasa, hingga tiba waktunya bagi raja Connor untuk menikahi Deirdre.

Singkat cerita, Deirdre telah menjelma menjadi gadis cantik yang kecantikannya tak tertandingi oleh makhluk-makhluk hutan. Pfftt~ elah makhluk hutan :v

Ya gitu deh, tepat seperti yang diramalkan para druids.

Namun sayang kecantikan sempurna itu sedikit meredup setiap kali Deirdre mengingat hari yang kedatangannya tak pernah ia harapkan. Deirdre tau tentang ramalan dirinya, ia tau bahwa ia dipisahkan dari orang tuanya dan diasingkan di hutan oleh seorang raja yang bahkan melihatnya saja membuat ia muak. Deirdre juga telah mengetahui rencana sang raja untuk menjadikan Deirdre pengantin baginya, oleh karena itu ia mengasingkan Deirdre agar tidak jatuh ke tangan laki-laki lain.

Suatu ketika, Levarcham mendekati Deirdre yang tengah melamun sendirian di bawah pohon cabe *eh?* pohon besar di dekat sungai. Levarcham tau kalau Deirdre lagi galau karena hari pernikahan itu akan segera tiba. Tapi tebakan Levarcham kurang tepat, karena ternyata Deirdre sedang memikirkan seseorang, dan jelas itu bukanlah sang raja.

Deirdre menceritakan sesuatu yang mengganggu pikirannya pada Levarcham.

Deirdre mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia sering mengalami mimpi yang sama. Dalam tidurnya, Deirdre bermimpi melihat sebuah peperangan, dan di sana ada tiga orang pemuda yang bertempur dengan gagah berani.

Namun, di antara tiga pemuda itu, ada satu pemuda tampan yang selalu menjadi pusat perhatian Deirdre. Ia berwajah sangat tampan, bertubuh tinggi, rambutnya hitam pekat seperti warna bulu burung gagak, dan kulitnya putih seputih salju *halah*. Ia terlihat paling bersinar dan paling berani dalam pertempuran itu.

“Apa kau tau siapa lelaki dalam mimpiku itu?” tanya Deirdre pada Levarcham.

Levarcham tersenyum, “Tiga lelaki itu adalah putra Uisneach. Dan lelaki yang kau gambarkan itu adalah Naoise, pemimpin dari anggotanya. Dua lelaki yang selalu berada di sampingnya tidak lain adalah saudaranya sendiri.”

Mendengar namanya saja sudah membuat Deirdre tersenyum. Deirdre lalu memohon pada Levarcham untuk mempertemukannya dengan Naoise, namun Levarcham menolak.

Tentu saja ia tidak ingin menentang perintah sang raja untuk tidak memperlihatkan Deirdre pada laki-laki lain. Levarcham dihadapkan pada pilihan yang sulit karena setelah ia menolak untuk mempertemukan Deirdre dengan Naoise, putri cantik itu terlihat semakin menyedihkan, lebih menyedihkan dari biasanya. Ia terus melamun, menyendiri, dan sesekali menyebut nama Naoise, hingga akhirnya Deirdre jatuh sakit. Levarcham jadi khawatir. Jangankan kena flu atau sakit parah kayak gitu, Deirdre digigit nyamuk aja, kalau sampe raja Connor tau, Levarcham bisa diomelin abis-abisan bahkan sampe dipotong gaji. Duh, Levarcham jadi dilema. Tapi akhirnya dia menyerah, ga kuat liat Deirdre terus-terusan galau dan sakit.

Begitu Levarcham bersedia mempertemukan Deirdre dengan Naoise, Deirdre mendadak sehat kembali. Jangan-jangan sakitnya itu cuma modus XD

Deirdre dan Naoise pun bertemu. Mereka saling jatuh cintrong sejak pandangan pertama. Eh, pandangan pertama cuma berlaku buat Naoise, tapi bagi Deirdre, ini adalah ke sekian kalinya dia melihat Naoise.

Tanpa Levarcham tau, Deirdre berniat kabur dari hutan. Dia meminta Naoise untuk membawanya pergi jauh dari Ulster, kalau bisa sih ga usah balik lagi ke Irlandia. Awalnya Naoise menolak, tapi karena Deirdre maksa, dan Naoise ngerasa kasian sama Deirdre, akhirnya Naoise bersedia pergi dari Ulster dengan membawa Deirdre. Tapi mereka ga cuma berdua, karena Ainnle dan Ardan, dua saudara laki-laki Naoise juga ikutan. Selain sebagai kakak tertua, Naoise juga menjabat(?) sebagai pemimpin di kelompoknya (mereka bertiga satu kelompok) jadi kemanapun Naoise pergi, Ainnle dan Ardan akan selalu mendampingi.

Mereka lalu berlayar dan mendarat di sebuah pulau di pesisir Skotlandia. Deirdra hidup bahagia bersama Naoise, mereka tinggal menetap di pulau itu selama kurang lebih 4 tahun. Suatu ketika, mereka mendapatkan surat dari raja Connor. Dalam surat itu dikatakan bahwa raja Connor telah memaafkan Deirdre dan Naoise lalu meminta mereka pulang ke Ulster. Deirdre tidak percaya dengan isi surat itu, tapi Naoise terus berusaha meyakinkan Deirdre bahwa sang raja telah benar-benar memaafkan mereka. Bagaimanapun, Ulster adalah negeri mereka, terlebih Naoise merupakan salah satu anggota kemiliteran yang sangat diandalkan. Naoise berpikir bahwa ampunan dari sang raja adalah jalan bagi Deirdra, Naoise, dan kedua saudaranya untuk dapat kembali ke Ulster. Mereka pun memutuskan untuk pulang, meski Deirdra masih ragu, tapi Naoise terus meyakinkan Deirdra bahwa keselamatan dan kehidupannya akan terjamin, sesuai perkataan raja Connor dalam surat itu.

Namun, di tengah perjalanan, Deirdra merasakan firasat buruk. Ia lalu meminta Naoise untuk kembali ke rumah kecil mereka, tapi Naoise menolak, Naoise terus berusaha meyakinkan kekasihnya bahwa semua akan baik-baik saja.

Tibalah mereka berempat di negeri asal mereka, Ulster. Beberapa orang dari Red Branch Knights menyambut hangat kedatangan mereka. Meski sudah 4 tahun tidak bertemu, tapi para prajurit Red Branch Knights masih menghormati Naoise sebagai salah satu pemimpin anggota. Naoise dan kedua saudaranya semakin yakin bahwa mereka telah kembali diterima oleh Ulster.

Beberapa prajurit itu mempersilahkan Naoise, Deirdra, dan kedua saudara Naoise untuk beristirahat di Eamhain Mhacha, benteng Red Branch Knights yang telah lama Naoise tinggalkan. Para prajurit pun mengawal perjalanan mereka menuju Eamhain Mhacha. Namun di tengah perjalanan, rombongan Naoise malah diantar menuju istana sang raja.

Kekhawatiran Deirdra sejak awal mulai memuncak.

“Raja ingin menyambut kalian” ujar salah seorang prajurit.

Benar saja, kedatangan Naoise, Deirdre, Ainnle, dan Ardan disambut oleh raja Connor. Setelah basa-basi sebentar, tiba-tiba segerombolan prajurit Red Branch Knights datang. Mereka mengepung Naoise, Ainnle, dan Ardan, sementara Deirdre dijauhkan dari Naoise oleh sang raja. Para prajurit bersenjata itu lalu menyerang Naoise dan kedua saudaranya. Pertempuran pun terjadi di dalam istana.

Meski Naoise dan kedua saudaranya adalah petarung yang sangat hebat, tapi mereka kalah dalam jumlah. Deirdre tak kuasa melihat Naoise dan kedua saudaranya tumbang *tiang listrik kali, tumbang*

Bersama Deirdre, raja Connor mendekati ketiga kesatria yang kini terkulai lemah itu dan kemudian menghabisi nyawa mereka sekaligus. Deirdre berteriak memanggil nama Naoise. Pedang yang dihujamkan ke dada Naoise oleh sang raja terasa menusuk hati Deirdre. Ia menyaksikan sendiri kematian ketiga pemuda itu di depan matanya.

Deirdre berlari mendekati Naoise, mengguncang-guncangkan tubuh kekar kekasihnya yang sudah tidak bernyawa dan terus memanggil-manggil nama Naoise di sela-sela tangis pilunya.

Kemudian Deirdre mencabut pedang dari tubuh Naoise, menatap wajah kekasihnya dan berkata “Lebih baik aku mati muda dalam pelukanmu daripada aku harus hidup bersama manusia kejam itu!”

JLEB!!

Deirdre menusuk dirinya sendiri dengan pedang di tangannya, ia pergi menyusul Naoise, berharap mereka bisa kembali bersama dalam keabadian.

Uhuk! Udah gitu doang XD

Makasih udah mampir~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s