fanfic vistlip UmixYuh ~Eros and Psyche~ (chapter 1)

Title : Love and Soul
Chapter : 1
Genre : fantasy romance semrawut (?)

Fandom : vistlip
Pairing : UmixYuh
Author : Hira Hiraito

Bacotan Author :

Sebenarnya ide ff CupidxPsyche ini udah nongol sebelum aku menuangkan ide ini ke gambar yang pas itu XDa
Awalnya keinginan dibikin ff ini aku cuekkin, tapi pas aplod gambarnya, om Gin minta ff parodinya XD
Akakak… aku ga bisa bikin parodiannya, mau aku melencengin tapi kayaknya ide pelencengan(?) lagi kehabisan stok :v
Yaudin dah, dibikin senemunya aja. Kayak gini aja udah. Mungkin kurang sesuai sama harapan om Gin. Maapin yak~ XDD *sungkem*

Di versi aselinya, Dewa Cinta atau Cupid atau Eros ini NORMAL, kalo di sini dibengkokkin jadi maho karena Psyche yang harusnya cewe di sini perannya diambil sama cowo :v *lirik Yuh di pojokan*
Ah iya, di sini chara2nya campuran, ada yg chara aseli(?) pake dewa Yunani, tapi ada juga yang aku ganti pake J-rocker, ada juga dewa Yunani tapi mirip J-rocker. Ah, ntahlah :v

Oke deh, cekidot~ XD

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Di sebuah negeri dongeng, hiduplah seorang raja berstatus duda yang mempunyai tiga orang putra. Umumnya orang yang punya anak, anak-anaknya pasti dinamain, tapi ini enggak. Bukannya dinamain malah dinomerin.
Nomer 1, Tomo To Soma
Nomer 2, Rui Synaisthimata
Nomer 3, Yuh Psyche
Meski laki-laki, namun mereka dianugerahi wajah manis dan cantik kecuali Tomo *dipentung mic* yang wajahnya masih pantas disebut sebagai laki-laki. Ganteng maksudnya. Ganteng-ganteng tengil.
Yuh, putra termuda adalah yang paling cantik diantara ketiganya. Kecantikan Yuh terkenal hingga ke penjuru negeri, bahkan sampai ke mancanegara. Ppffttt~
Namun, meski dianggap yang paling cantik dan paling populer, sampai fanfic chapter 1 ini tercipta Yuh belum menemukan kebahagiaan yang haqiqi(?). Kedua kakaknya sudah hidup bahagia bersama pasangannya masing-masing. Hanya Yuh seorang yang masih setia bersama kesendiriannya, alias menjones. Eh, menjomblo.
Kecantikan Yuh yang luar biasa itu membuatnya dijauhi oleh banyak wanita. Mereka tidak ingin mendekati Yuh dengan alasan “takut kalah cantik dari Yuh”. Ntah itu antara sirik sama minder bedanya cuma sepermilimeter, yang jelas hal itu menjengkelkan bagi Yuh karena belum juga mendapatkan pasangan hidup.
Di sisi lain, ada banyak lelaki hombreng alias humu yang datang pada Yuh untuk menikahinya. Tapi Yuh selalu menolak karena Yuh adalah seorang laki-laki NORMAL *cetak tebal garis bawah*
Yuh sama seperti laki-laki normal lainnya yang juga menyukai wanita, hanya saja Yuh ditakdirkan mempunyai wajah cantik dengan kadar kecantikan melebihi wanita cantik kelas kakap. Ntah ini merupakan anugerah atau kutukan, yang jelas Yuh merasa hidupnya tidak senormal laki-laki normal pada umumnya.

Suatu ketika, kabar kecantikan Yuh terdengar sampai ke singgasana Uruha Venus, Dewi Cinta yang mendapat predikat sebagai ‘Dewi paling cantik diantara semua dewi’. Uruha murka, karena para pengikutnya dari kaum Adam (yang ‘bengkok’) lebih memilih mendatangi Yuh daripada mendatangi kuil Uruha.
“Dapuq! Bagaimana bisa kecantikan laki-laki seperti Yuh mampu menandingi kecantikanku? Sampai-sampai para pengikutku yang tidak normal lebih senang menemui Yuh daripada mendatangi kuilku! Aku yang sebagai dewi paling cantik kenapa bisa kalah cantik dari manusia biasa, laki-laki pula?” Uruha misuh-misuh pasang tampang ala Nyi Pelet yang menyimpan dendam. Ciieee… dendam Nyi Pelet ciieee…
Seperti biasanya, setiap kali Uruha mengalami masalah, ia selalu meminta bantuan pada anak sematawayangnya, yaitu Eros. Orang-orang Roma memanggilnya dengan sebutan Cupid. Di belahan dunia lain ia disebut sebagai Love atau Cinta. Lain lagi di fanfic ini, kalau di sini dia dipanggil dengan nama BANG UMI *cetak tebal garis bawah*
Kalau ga pake ‘bang’ berapaan mbak?
Yah boleh lah dipanggil Umi Eros atau Umi Cupid atau Umi Love atau Umi Pipik *coret* atau Umi Elvi Sukaesih *coret lagi*. “Umi” saja juga boleh. Seterah apa enaknya!
Umi, putra Uruha Venus, adalah Dewa Cinta yang hobi bermain-main dengan panahnya, memanah hati setiap orang tanpa pandang bulu, membuat mereka yang terkena panahnya akan klepek-klepek terserang virus bernama Ce I eN Te A.

“Aku butuh bantuanmu, Umi” ujar Uruha dengan wajah jutek tapi tetap memancarkan kecantikan khas dewi nya.
“Apapun akan aku lakukan untukmu ibu” senyuman hangat terukir di wajah tampan Umi.
Uruha mengambil sesuatu dari dalam bra nya *hus!!* ya memang Uruha menyimpan sesuatu di sana @,@
Dewi Cinta itu menunjukkan sebuah kartu ke Umi.
“A-apa itu?” Umi memperkecil jarak pandangnya karena dia lagi ga pake kacamata.
“Ini kartu!”
“Kartu apa?”
“Kartu Jakarta Sehat!”
“??”
“Bukan!! Ini Kartu Tanda Penduduk!” Uruha menampol jidat Umi dengan KTP di tangannya.
“KTP? Sejak kapan ibu punya KTP?” satu jitakan mendarat di ubun-ubun Umi.
“Ini bukan punyaku! Lihat baik-baik!!”
Umi mengambil kacamata dari bagasi sayapnya. Pffttt~ sayapnya bang Umi ada semacam bagasi khusus buat naroh kacamata :v
Umi memakai kacamatanya (maklum, burem) dan menyambit KTP dari tangan Uruha kemudian membaca isi KTP itu.
Nama : Yuh Psyche
TTL : Di kerajaan, 28 Juli 1983
Jenis kelamin : Laki-laki
Gol darah : darah suci -_-
Status perkawinan : belum kawin. Kapan bang?
Pekerjaan : Pelemah iman (!?)
Berlaku hingga : hingga kita bersanding di pelaminan. Kapan bang?

Umi terdiam beberapa jenak mencerna isian di kolom “status perkawinan” dan isian kolom paling bawah.
Pandangan Umi lalu tertuju pada foto KTP itu. Seketika Umi terbengong melihat keindahan wajah si pemilik KTP. Mata yang sedikit sayu, hidungnya yang indah, bibir mungil yang naik turun kayak bukit Teletabis, dan kulitnya yang putih cerah berseri kayak lampu neon hajatan. Rambut panjang dengan kriwil-kriwil(?) di bagian ujungnya memperkuat kesan anggun dalam dirinya dan membuat setiap orang bahkan dewa yang melihatnya lupa bahwa ia adalah seorang laki-laki. Satu lagi detail yang menyempurnakan kecantikan Yuh, yaitu sebuah tato kupu-kupu hinggap di leher jenjangnya.
“Emejing!” bisik Umi pada dirinya sendiri. Ia melepas kacamatanya, memandangi foto KTP Yuh, lalu kembali mengenakan kacamata dan masih memandangi foto itu. Umi tersenyum “Bahkan kecantikannya mampu melumpuhkan keburaman penglihatanku.”
Plakk!!
Satu geplakan mendarat di kepala Umi “Ngomong apa barusan?” rupanya Uruha mendengar pujian yang dilontarkan Umi untuk Yuh.
“Tidak ada” takut kena geplak lagi, Umi mengalihkan pandangannya dari KTP Yuh.
“Siniin!” Uruha merebut paksa KTP itu dari tangan Umi.
“Ibu dapat dari mana benda seperti itu?” tanya Umi heran.
“Tidak penting dari mana aku mendapatkannya” ah iya ya, author juga ga tau Uruha dapetin KTP Yuh itu dari mana. Aneh @,@

“Dia adalah putra dari seorang raja. Belakangan dia jadi terkenal karena fotonya tersebar di dunia maya. Dia terkenal karena kecantikan luar biasa yang tidak pantas dimiliki oleh kaum Adam. Tapi kecantikannya itu membuatku muak!! Para pengikutku bla bla bla~” Uruha curhat ke Umi sampe bulu-bulu sayap Umi pada rontok saking boringnya. Untung bulu ketek sama bulu matanya ga ikutan rontok.
Uruha bercerita panjang lebar hingga pada intinya ia meminta bantuan Umi sang Dewa Cinta untuk membuat Yuh menderita. Uruha ingin Yuh dijauhi oleh para penggemarnya dan Uruha meminta Umi untuk membuat Yuh jatuh cinta pada wanita paling hina di muka bumi ini.
Sungguh, baru kali ini Umi merasa sedikit keberatan memenuhi permintaan sang ibu. Namun sebagai anak soleh yang berbakti dan sayang emak, Umi pun menyanggupinya.
Di mulut doank sih bilang “iya”, tapi kita lihat aja nanti :v
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aurora sang Dewi Fajar mulai menyapa bumi. Waktunya telah tiba bagi Umi untuk menjalankan misinya.
“Pergilah, Umi! Hancurkan Yuh Psyche yang kurang ajar itu!”
“Siap, mak!” balas Umi lantang.
Umi bersiap meninggalkan istana langitnya untuk turun ke bumi. Tapi sebelum itu…
“Kenapa balik lagi?” tanya Uruha heran.
“Mak, minta ongkos!” tangan Umi menengadah layaknya seorang anak sekolahan yang lagi malakin adek kelasnya.
“Cepat pergi atau sayap-sayapmu aku patahkan!” gertak Uruha.
Sukses, Umi langsung ngacir tanpa permisi.

Dari semalam rupanya sayap Umi udah di-charge sampe full biar bisa ngebut sampe ke kerajaan Yuh. Kerajaan babehnya Yuh maksudnya.
Umi termasuk beruntung, karena sayapnya tidak membutuhkan bahan bakar minyak, jadi di kala BBM sedang langka begini dan harga BBM melambung tinggi, Umi masih bisa terbang melenggang(?) di angkasa dengan bebas tanpa beban.

Tak butuh waktu lama, akhirnya Umi sampai juga di tempat yang dituju.
Umi melakukan landing di tempat yang tepat! (saia jadi mikir, Umi ini sebenarnya Dewa Cinta apa Cumi-cumi Airline sih?)

Umi bersembunyi di belakang pot kembang yang menghiasi taman kecil di belakang kerajaan Yuh. Sebenarnya tanpa bersembunyi pun, orang-orang biasa tidak akan bisa melihat wujud Umi yang berstatus sebagai dewa. Kecuali jika Umi menghendaki.
Tapi ya… buat pantes-pantes aja sih biar keliatan kayak yang lagi stalkerin orang.
Umi celingukan “Mana si Yuh? Jam segini apa dia masih molor?”
Umur panjang! Baru disebut namanya, Yuh tau-tau nongol dari dalam rumahnya. Iya masa nongol dari lubang hidung Umi?

Yuh berjalan ke taman dengan membawa air untuk melakukan kegiatan rutinnya, yaitu menyiram tanaman kembang \\(^o^)//
Walaupun Yuh ini seorang laki-laki, tapi Yuh suka sekali sama bunga-bungaan atau kembang-kembangan. Kembang favoritnya adalah kembang pasir. Salah! Maksudnya… kembang Adonis, yang menurut legenda Yunani dia adalah bebebnya sang Dewi Cinta Aphrodit/Venus.
Yuh berjalan mendekati bunga-bunga Adonis kesukaannya, tersenyum seolah menyapa “Selamat pagi~” lalu menyiramnya dengan penuh kasih sayang.
Sementara sang Dewa Cinta yang sejak tadi ndelesep(?) di belakang pot bunga tembelek hanya bisa tercengang memandangi Yuh dari dekat. Keempat matanya (mata aseli sama kacamata) tak mau berkedip seolah tidak ingin kehilangan waktu sedetik pun untuk menikmati keindahan Yuh.
‘Lelaki itu kah yang disebut sebagai Yuh? Dia itu… manusia atau dewa? Ah, maksudku dia itu manusia atau dewi?’ hati Umi ngobrol sendiri.
Umi kembali melihat KTP Yuh (semalem dapet nyolong dari tempat KTP itu disimpen sama emaknya), memastikan sosok cantik di hadapannya itu adalah si pemilik KTP.
‘Tidak salah lagi!’
Umi tersenyum sekaligus blushing sampe kuping. Jantungnya berdegup kencang. Perasaan apa ini?
Apakah ini perasaan yang selalu orang-orang rasakan setiap kali Umi memanah hati mereka dengan panah cintanya?
Dan sekarang Umi serasa menancapkan panah itu ke hatinya sendiri.
Ketika pertama kali melihat foto KTP Yuh, Umi seolah telah siap melepaskan satu anak panahnya, dan setelah melihat wujud Yuh dalam bentuk yang nyata (?) panah itu ia lepas dan melesat menancap tepat di hati Umi. Ciieee… Umi Eros demen cowo ciieee…

Yuh masih asik menyiram bunga-bunga di tamannya. Ia sama sekali tak merasakan ada sesuatu yang sedang mengamatinya.
Jaraknya semakin dekat dengan Umi, namun sosok Umi tak terlihat oleh mata Yuh. Iya lah, dewa.
Dari tanaman satu ke tanaman lain, dari pot satu ke pot lain, hingga Yuh sampai pada pot bunga tembelek di mana Umi masih memperhatikan Yuh di tempat itu.
Jleb!
Yuh berdiri tepat di depan Umi sekarang. Sumpah, Umi kebelet ingin mengganti kacamatanya dengan kacamata hitam! Ia tidak sanggup menahan kilau keindahan Yuh yang menyilaukan mata.
Silau, men! (//o\\)
Sorotan lembut matanya, wajah yang mulus berseri, dan bibir yang menggoda itu… Umi ingin menyentuhnya.
Umi tersenyum, mengulurkan tangannya untuk meraih Yuh namun urung ketika melihat ekspresi terkejut di wajah Yuh.
“Eh?” Yuh dikejutkan dengan kehadiran seekor kupu-kupu cantik yang mendekati bunga tembelek di depannya. Ah, si kupu-kupu! Ga ada bunga yang bagusan dikit apah? -_-
Yuh tersenyum melihat kupu-kupu itu terbang mondar-mandir kayak yang lagi caper.
Jleb! Jleb! Jleb!
Panah cinta Umi menghujam hatinya 1000 kali lebih dalam saat Yuh tersenyum. Baru kali ini Umi melihat senyuman seindah itu. Bibir seksi ala bukit Teletabis itu terlihat lebih asdfghjklmnbvc~

“Yah… kupu-kupunya pergi” lengkungan senyum itu menghilang ketika kupu-kupu cantik itu terbang menjauh. Mungkin ga tahan lama-lama di dekat bunga tembelek *lirik Umi* #salah
“Tak apa Yuh, kupu-kupu yang hinggap permanen di leher jenjangmu itu jauh lebih indah!” bisik Umi tepat di telinga Yuh.
“Heh! Siapa itu?” reflek, Yuh menjatuhkan tempat air di tangannya. Suara itu terdengar oleh Yuh, membuatnya terkejut parah sekaligus ketakutan.
Sementara Umi yang tak terlihat hanya cengar-cengir ala kadarnya. Ia berada dekat di samping Yuh sekarang. Bahkan jemarinya sempat mencolek(?) genit dagu Yuh.
Yuh celingukan mencari pemilik suara tersebut, tapi ia tak menemukan seorangpun. Di taman kecil itu hanya ada Yuh dan tanaman-tanaman bunganya. Dan Umi, hanya jika Yuh bisa melihat sosok tampan bersayap itu.

Umi mengambil satu anak panahnya, ia bersiap memanah hati Yuh dengan maksud supaya Yuh tidak bisa jatuh cinta pada seorang wanita pun, dengan kata lain Umi menjadikan Yuh yang tadinya laki-laki normal menjadi laki-laki ‘bengkok’ alias humu.
Dan Umi membuatnya tidak dapat dicintai oleh laki-laki atau wanita manapun. Mereka yang mengagumi Yuh hanya dapat mengagumi tanpa mencintainya apalagi ngajakkin nikah.
Jleb!
‘Tepat! Kau menjadi maho sekarang!’ Umi tersenyum bahagia, merasa pintu kesempatan mendapatkan Yuh terbuka lebar untuknya.
Sementara Yuh yang baru saja kehilangan kenormalannya belum merasakan perubahan apapun dalam dirinya.

Iseng, Umi meniup-niup lembut telinga Yuh. Yuh semakin ketakutan merasakan keanehan-keanehan itu. Ia pun bergegas meninggalkan taman.
Dan bang Umi girang sendirian.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Suatu hari, ayah Yuh mendatangi Hyde si peramal tokcer(?) dari Delfi. Rupanya sang raja prihatin dengan nasib putra ketiganya yang tak kunjung mendapatkan jodoh padahal usia Yuh sudah cukup untuk membina rumah tangga. Memang sih, ayahnya memungkiri kecantikan Yuh, sang ayah bilang Yuh itu ganteng, bukan cantik, tapi kalau ganteng udah pasti cewe-cewe pada nempel. Ini enggak @,@
Yang ada malah cowo-cowo bengkok yang pada rebutin Yuh, tapi mana mau sang raja punya mantu maho? Daripada sama cowo mending Yuh jomblo seumur hidup gitu kata ayahnya.
Kekhawatiran sang raja semakin parah ketika mulai menyadari ada yang aneh pada diri Yuh. Biasanya Yuh suka caper depan cewe-cewe cantik yang lewat depan kerajaan, malahan kadang kalo lagi kurang kerjaan Yuh suka godain pelayan kerajaan. Ga apa-apa deh selama ga godain istri orang -_-)
Tapi sekarang beda! Yuh jadi dingin ke cewe-cewe. Pelayan di kerajaan juga dia cuekkin, dan Yuh lebih suka berdiam diri di kamar sambil nonton video live band-band kesukaan dia, kadang juga nonton dorama (dorama BL), terus belakangan ayahnya Yuh mergokin Yuh baca manga yaoi. Nah lo~
Sang raja jadi makin khawatir, makanya nyamperin master Hyde sang peramal buat meramalkan jodoh Yuh. Raja pingin tau siapa jodoh Yuh sebenarnya, biar langsung tepat sasaran dan ga perlu buang-buang waktu buat nunggu.

“Putramu ditakdirkan untuk menjadi suami Ekhidna, monster wanita ular yang akan menjadi ibu para monster di masa depan. Ia menginginkan kecantikan Yuh untuk menambah kesaktiannya. Jika Yuh menghindari takdirnya, maka ia dan seluruh anggota keluarganya akan mengalami penderitaan sepanjang hidup” penjelasan master Hyde membuat sang raja serasa terkena serangan jantung dadakan. Ia tak menyangka putranya yang dipuja banyak orang ternyata mempunyai takdir seburuk itu.

“Pergilah ke puncak sebuah bukit berbatu, tinggalkan putramu seorang diri! Ekhidna menunggunya di sana” begitulah pesan terakhir master Hyde sebelum sang raja pamit pulang saking ga kuat membayangkan gimana dia harus korbanin anaknya yang penurut itu.

Sang raja kembali ke kerajaan dengan membawa sebaskom air matanya *hah lebai*
Ia lalu menceritakan isi ramalan master Hyde dengan berat hati.
Yuh hanya bisa pasrah menerima takdirnya. Yuh tidak ingin ayah tercinta dan kedua kakaknya menjadi korban pembangkangan Yuh atas takdirnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dini hari sebelum mentari menampakkan wujudnya, sang raja, Tomo, dan Rui mengantarkan Yuh ke puncak bukit berbatu. Sungguh mereka merasa seperti akan membunuh Yuh.
“Maafkan kami, Yuh” Tomo memeluk adik tersayangnya erat seolah tak ingin melepasnya. Ntah kapan monster wanita mengerikan itu akan memangsa Yuh. Namun cepat atau lambat, mereka akan benar-benar kehilangan Yuh setelah mereka meninggalkan Yuh sendirian di puncak bukit.
“Aku sangat menyayangimu, Yuh” Rui membelai lembut kepala Yuh, air matanya tak dapat memaksa untuk terus bersembunyi.
Sementara sang ayah hanya bisa menangisi putra malangnya itu tanpa berkata apapun.

“Aku sudah menerimanya dengan ikhlas. Ini memang takdirku. Ayah, kakak, aku sangat menyayangi kalian.” :’)

Sebelum matahari pagi terlihat, sang raja, Tomo, dan Rui kembali ke kerajaan, meninggalkan Yuh di puncak bukit sendirian.
Sekarang Yuh hanya menunggu takdirnya, mempersiapkan diri untuk bertemu dengan calon istri yang akan memangsanya jika waktu itu telah tiba suatu saat nanti.

Tunggu saja chapter depan XD

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=T-B-C=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

umiyuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s