PERTEMPURAN TROYA [Chapter 4] _ Kehancuran Troy

Sepeninggal Hector, pertahanan Troy semakin melemah. Namun, tidak secepat itu Troy akan jatuh. Pasukan dari Ethiopia yang dipimpin oleh pangeran Memnon (bukan Agamemnon loh ya, yang ini beda), putra Dewi Aurora (dewi fajar) datang untuk membantu Troy. Sekali lagi, Achilles melakukan pertarungan single, kali ini dengan pangeran Memnon. Dan pertarungan itu menjadi pertarungan terakhir bagi Achilles. Memnon berhasil membuat tubuh kuat Achilles menjadi lemah tak berdaya.
Dan Paris, melesatkan anak panahnya ke Achilles kemudian panahnya menancap tepat di tumit Achilles, bagian tubuh Achilles yang menjadi kelemahannya.
Sedikit flachback,
Jadi ceritanya, dulu waktu masih bayi, emaknya Achilles itu khawatir banget sama Achilles, dan dia ga pingin kehilangan Achilles makanya dewi Thetis pingin Achilles bisa hidup abadi dengan cara mencelupkan(?) Achilles ke sungai Styx. Aduh udah kayak teh celup aja pake dicelup-celup XD
Tapi selama dicelupin, Thetis ga mau melepas tubuh Achilles sepenuhnya, dia terus-terusan megangin kaki Acilles di bagian tumit, takut kelelep kali.
Jadi, seluruh tubuh Achilles sudah terkontaminasi sama air sungai Styx, kecuali bagian tumit yang masih dipegangin sama emaknya itu. Makanya walaupun Achilles itu kuat perkasa, tetep dia punya kelemahan, yaitu di tumitnya.
Begitulah, jadi pas Achilles lagi lemes-lemesnya abis dihajar sama Memnon, Paris memanah tumit Achilles, udah aja langsung klepek-klepek.
Metong deh Achillesnya T_T

Seluruh prajurit Yunani merasakan duka yang mendalam atas kepergian Achilles. Tapi bagaimanapun pertempuran belum berakhir. Pasukan Yunani masih punya beberapa orang terhebat untuk dapat menaklukkan Troy.

Baju perang Achilles pemberian dari ibunya diwariskan ke Odysseus, walaupun sebelum itu sempat terjadi perselisishan antara Odysseus dengan Ajax yang berujung pada kematian Ajax. Sejujurnya sampai sekarang aku sendiri masih belum sreg(?) sama kematian Ajax. Maksudnya sama alasan kenapa Ajax bisa mati.
Menurut ceritanya sih, Ajax pingin banget bisa dapetin baju perang Achilles, tapi bau-baunya itu baju bakalan jatuh ke tangan Odysseus. Dan Athena membuat Ajax gila, dia melakukan banyak tindakan bodoh, terus waktu Ajax udah sadar, dia ngerasa malu banget, dan Ajax menusukkan pedang yang baru dia pake buat membantai binatang-binatang ternak ke badannya sendiri. Mati deh Ajaxnya. Gitu. Tapi aneh juga ya kedengerannya (‘.’)
Ya gimanapun, pokoknya ga lama setelah kematian Achilles, Ajax nyusul.

Prajurit-prajurit hebat Yunani makin berkurang. Pasukan Yunani jadi resah gelisah, kira-kira bisa menang ga ya?
Tapi menurut peramal andalannya pasukan Yunani, namanya Calchas, pasukan Yunani harus menangkap orang Troy yang bernama Helenus. Bukan Helen ya, tapi Helenus, beda orang. Dia bisa melihat masa depan.
Dan setelah menangkap Helenus, pasukan Yunani tanya ke Helenus gimana caranya biar bisa ngalahin Troy. Karena udah ditangkap dan dipaksa suruh ngasih tau, ya Helenus terpaksa ngasih tau. Helenus bilang, pasukan Yunani bisa aja menaklukkan Troy kalau ada salah satu prajurit Yunani yang punya panah Hercules ikut serta di peperangan itu.

Iya sih, memang ada satu prajurit Yunani yang dapet warisan panahnya Hercules, namanya pangeran Philoctetes. Tapi masalahnya, doi udah ditinggal sebelum pasukan Yunani mendarat ke Troy.
Nah lo~
Jadi ceritanya, waktu perjalanan ke Troy, pasukan Yunani berhenti sebentar di pulau Lemnos buat ngasih persembahan ke dewa biar dikasih kelancaran dan kemenangan. Tapi di sana ada sebuah insiden waktu kapal mau melanjutkan perjalanan lagi.
Philoctetes digigit ular berbisa. Dan dalam keadaan seperti itu, mustahil bagi mereka untuk tetap mengijinkan Philoctetes ikut berperang. Ditungguin sampe lukanya sembuh, kelamaan, keburu lumer ntar. Es krim kali lumer.
Ya udah kan, mau ga mau pangeran Philoctetes ditinggal di pulau Lemnos.

Tapi sekarang, pasukan Yunani baru tau betapa berharganya orang yang sudah mereka campakkan itu. halah XD
Akhirnya Odysseus dengan ditemani Diomedes pergi ke pulau Lemnos untuk menjemput sang pewaris panah Hercules.
Tapi sayangnya, setelah bertemu dengan Philoctetes, ia menolak untuk bergabung bersama pasukan Yunani. Philoctetes udah terlanjur sakit hati ditinggalkan begitu saja bagaikan alat elektronik rusak yang dibuang di loakan. *ya ga gitu*
Untungnya, selain kuat, Odysseus ini juga cerdas, jadi pinter-pinternya dia aja gimana ngebujuk Philoctetes. Akhirnya Philoctetes mau juga diajak balikan.
Balikan sama pasukan Yunani maksudnya.
Ah… Odysseus lega, usahanya membuahkan hasil, dan harapan atas kemenangan Yunani kembali terbit.

Philoctetes pun turun ke medan perang. Panah Hercules yang ia miliki berhasil melukai Paris. Paris yang terluka pergi ke gunung Ida untuk menemui sang mantan, Oenone. Paris tau, Oenone punya obat yang bisa menyembuhkan berbagai macam rasa sakit, kecuali satu, rasa sakit di hatinya :’) *bah!*
Oenone udah terlanjur sakit hati parah karena ditinggal Paris.
“Dulu kamu meninggalkan aku demi Helen yang pada akhirnya menimbulkan peperangan. Sekarang saat kamu sekarat, kamu kembali ke aku cuma minta diobatin. Ke laut aja sana!!” Oenone ga peduli sama Paris yang udah dekat sama maut.
Akhirnya Paris mati, dan Oenone menyaksikan sendiri kematian mantan pacarnya itu.

Walaupun Paris udah mati, tapi Troy belum bisa dikalahkan juga.
Setelah berkepo-kepo(?) pasukan Yunani tau bahwa ternyata ada sebuah patung suci dewi Athena di Troy. Patung itu diberi nama Palladium (diambil dari nama Pallas Athena). Pasukan Yunani lalu mencuri patung itu dan berhasil mengeluarkannya dari Troy. Sayangnya ga segampang itu Troy langsung kalah begitu Palladium diambil dari sana.
Pasukan Yunani harus puter otak lagi. Setelah dipikir-pikir, selama ini mereka berperang melawan Troy tapi ga pernah menembus benteng kokoh Troy. Terang aja Troy ga kalah-kalah juga. Untung sang komandan Odysseus yang cerdas menemukan cara buat masuk ke istana Troy.

Odysseus dibantu beberapa tukang kayu ahli, menciptakan Wooden Horse, sebuah kuda kayu raksasa. Odysseus meminta para komandan untuk masuk ke dalam kuda kayu itu, termasuk Odysseus sendiri juga ikut bersembunyi di dalamnya. Sementara prajurit-prajurit Yunani yang tersisa ditugaskan untuk merobohkan tenda-tenda mereka dan meninggalkan pantai lalu bersembunyi di pulau yang tidak jauh dari Troy. Jadi pasukan Troy mengira bahwa Yunani menyerah dan pulang.
Tapi ada satu prajurit yang ditugaskan untuk meyakinkan pasukan Troy dengan bualannya. Ia bernama Sinon.
Di hadapan raja Priam, Sinon bercerita sambil menangis. Tapi nangisnya ga sampe ngosek-ngosek sih.
Sinon bilang, Athena marah karena pasukan Yunani telah mencuri Palladium, dan cara untuk menebus kesalahan itu adalah dengan mengorbankan darah salah satu prajurit. Dan Sinon lah yang akan dikorbankan, tapi di tengah malam menjelang pengorbanan itu, Sinon berhasil melarikan diri lalu bersembunyi di rawa, dan dia melihat kapal-kapal Yunani sudah pergi meninggalkan pantai.
Sinon juga menceritakan tentang Wooden Horse, dia berkata bahwa kuda kayu itu adalah persembahan untuk Athena, pasukan Yunani berharap orang-orang Troy akan menghancurkan kuda itu, lalu Athena akan marah.
Seorang pendeta Troy bernama Lacoon dan salah seorang putri raja Priam yang buta bernama Cassandra tidak percaya sedikit pun dengan cerita Sinon. Padahal ramalan Cassandra itu selalu tepat, tapi karena Apollo membencinya gara-gara cintanya ke Cassandra ditolak, jadi Apollo membuat agar semua orang tidak mau mempercayai Cassandra (ini sedikit disinggung di sequelnya Iliad).
Lacoon meminta agar kuda raksasa itu dibakar, tapi sang raja dan para prajurit lainnya menolak permintaan Lacoon. Mereka lebih mempercayai cerita Sinon, terlebih jika melihat bukti-bukti bahwa tidak ada satu pun prajurit Yunani (kecuali Sinon) yang masih berada di Troy. Seluruh armada Yunani telah pergi.

Akhirnya Wooden Horse dibawa masuk lalu diletakkan di kuil Athena sebagai persembahan. Rakyat Troy pun bersukacita, mereka merasa bahwa Troy telah kembali damai seperti 10 tahun yang lalu.

Namun, di tengah malam, para komandan yang bersembunyi di dalam Wooden Horse mulai keluar satu per satu. Mereka menuju gerbang kota dan mulai membakar rumah-rumah, menghancurkan kota Troy.
Para prajurit Troy belum sempat memberi perlawanan. Mereka mati di tangan pasukan Yunani.
Seluruh rakyat Troy berusaha melarikan diri, dan para pemimpin Troy sudah mati termasuk raja Priam, tapi ada satu orang yaitu Aeneas (putra Aphrodit) yang berhasil membawa pergi ayah dan anaknya untuk menyelamatkan diri. Aeneas juga berhasil menyelamatkan Helen. Dengan bantuan Aphrodit, Helen akhirnya kembali ke Menelaus.

Perang selama 10 tahun itu diakhiri dengan sebuah pembantaian. Kini kota Troy yang termahsyur dan dibanggakan hanya menyisakan puing-puing bangunan dan tangisan pilu para wanita dan anak-anak.
Mereka kini tinggal menunggu kapal-kapal yang akan menjemput mereka ke Yunani, bertemu dengan para majikan mereka. Para wanita itu kini hanya dijadikan budak oleh bangsa Yunani, termasuk Hecuba sang ratu Troy dan Ancdromache istri Hector.
Tak hanya dijadikan budak, bahkan para wanita Troy harus dipisahkan dengan anak-anaknya.
Sementara Andromache masih memeluk erat putranya, Astayanax. Ia yakin prajurit Yunani tidak akan memisahkan putra Hector dengan ibunya.
Namun kenyataannya tidak. Prajurit Yunani tetap memperlakukan Andromache seperti wanita lainnya, bahkan lebih menyedihkan karena Andromache tidak akan bisa melihat Astayanax lagi untuk selamanya.
Oleh prajurit Yunani, Astayanax dijatuhkan dari dinding Troy yang tinggi. Dan sebelum itu, Polyxena, salah satu putri Hecuba telah dibunuh. Setelah kematian Polyxena dan Astayanax, garis keturunan raja Priam pun berakhir.

Troy yang hebat telah hangus
Yang tersisa hanya nyala api di setiap sudut kota
Debu berterbangan, menyebar di udara seperti asap
Kami akan pergi selamanya, begitu juga dengan Troy
Selamat tinggal Troy,
Selamat tinggal negeriku, di mana anak-anakku dibesarkan
Di bawah sana, kapal-kapal pasukan Yunani menunggu

(terjemahan syair di atas diambil dari bukunya Edith Hamilton)

~TAMAT~

Begitulah. Akhirnya selesai juga X’D

Setelah Iliad, ada lagi mahakarya Homer yang jadi sequel Iliad, judulnya Odyssey, menceritakan tentang petualangan Odyssus yang pulang setelah perang Troy berakhir.
Nanti deh kapan-kapan kalau lagi ga ada kerjaan aku posting. Tapi kayaknya panjang banget, males. Ga jadi deh XD *dikeplak*

Perang Troya ini ada beneran atau cuma karangan Homer aja, itu masih misteri. Dibilang karangan, tapi nyatanya ada arkeolog dari Jerman namanya Heinrich Schliemann, di tahun 1870 berhasil menemukan bukti yang diduga kuat sebagai kota Troy, dan banyak para ahli sejarah atau pun arkeolog yang menerima pendapat itu. Tempat itu ada di wilayah Canakkale, Turki. Dan memang ada yang menyebutkan kalau yang dimaksud bangsa Troya itu bangsa Turki. Dan bangsa Troy itu masuk ke daftar “bangsa yang hilang”.
Homer sendiri menuliskan kisah pertempuran Troya dalam Iliad sekitar beberapa ratus tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dalam Iliad, perang Troya terjadi selama 10 tahun. Entah Homer memang mendengar cerita itu secara turun-temurun atau dia tau dari peninggalan-peninggalan yang pernah ada, atau memang murni cuma karangan Homer doang, ga ada yang tau pasti.

Makasih readers yang mau capek-capek baca beginian. Maaf ya kalo ada salah-salah XD

Advertisements

One thought on “PERTEMPURAN TROYA [Chapter 4] _ Kehancuran Troy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s