DIONYSUS (Dewa Anggur)

Dari sekian banyak dewa-dewa di mitologi Yunani, entah kenapa aku jatuh cintrong sama Dionysus (Dionisos).

Padahal kalau diliat dari ilustrasi gambar atau patung-patungnya, dewa-dewi Yunani itu ga ada yang keliatan cakep (kecuali Apollo). Wujudnya udah kayak bapak-bapak atau emak-emak. hahahag… tapi aku ga menganggap penting soal itu. Justru karena para dewa Yunani itu cuma mitos, ga ada yang tau gimana wujud jelasnya, jadi setiap orang bisa bebas mengimajinasikan mereka ke wujud gimana aja, tapi tetap dengan ciri khas para dewa itu.
Orang-orang mau imajinasikan Zeus atau Poseidon dalam bentuk om-om ganteng juga ga masalah, tapi Zeus tetap dengan tongkat petirnya dan Poseidon tetap dengan trisulanya. Tapi kebanyakan orang akan membayangkan kalau Zeus itu sosok bapak-bapak yang bertubuh besar, perut gendut kayak kentung, brewokan, pokoknya ngeri deh. Iya ga?
Dan karena Poseidon itu sodaranya Zeus, mungkin wujudnya ga jauh beda sama Zeus. Iya ga sih? XD
Semua terserah imajinasi masing-masing.
Balik lagi ke judul. Postingan ini judulnya Dionysus, jadi ceritanya aku mau bahas soal Dionysus. Ah, ga penting amat sih ni postingan.
Ya biarin, seterah yang punya blog :v

Dionysus (atau Dionisos), Dewa Anggur, atau dewa pesta, bangsa Romawi menyebutnya Bacchus. Dionysus itu made in Thebe, dia anak dari Zeus dan Semele (putri Thebe), jadi Dionysus itu satu dari 12 dewa Olympus yang emaknya bukan dewa. Zeus itu emang doyan ngawinin anak orang, padahal bininya, Hera, itu dewi yang cemburuaaaannn banget. Siapapun cewe yang ditaksir Zeus bakalan dibikin menderita sama Hera, ga cuma cewenya, tapi sampe ke anak-anaknya juga dibikin menderita, kayak Hercules yang dibenci banget sama Hera. Padahal suaminya sendiri yang genit, tapi cewe lain yang jadi korbannya. Sama kayak emaknya Dionysus. Semele dibikin mati sama Hera, padahal waktu itu Semele lagi hamil Dionysus.
Semele mati, tapi Zeus pingin anaknya tetep hidup, jadi Zeus membawa anaknya ke sebuah gunung, namanya gunung Nysa. Di sana, si dede bayi dirawat sama para nimfa (semacam peri hutan) sampe gede. Dan atas jasa mereka, Zeus memberikan penghormatan buat para nimfa itu dengan menjadikan mereka Hyades (gugus bintang) yang memberi hujan saat mereka mendekati horison.

Secara bahasa, nama “Dionysus” berasal dari kata “Dio” yang di jaman kuno itu dihubungkan dengan Zeus (Dios) dan “Nysus” yang diambil dari nama gunung tempat dia lahir.
Setiap dewa atau dewi Yunani pasti punya atribut atau semacam piaraan atau ciri khas yang jadi lambangnya. Dionysus juga begitu.
Jelas, lambang utamanya adalah buah anggur yang sering digambarkan menghiasi bagian kepala Dionysus, tapi Dionysus punya binatang piaraan(?) *heh?* yang setia menemaninya dan menarik kereta perangnya. Binatang itu adalah harimau. Ada yang bilang harimau, ada yang bilang macan tutul. Yah pokoknya macan deh, asal jangan macannya Alice Nine aja :v
Selain itu, atribut lainnya adalah Thirsos, di Yunani, Thirsos itu tongkat yang dibalut tanaman ivy terus ujungnya ditambahin biji pinus. Dalam ritual-ritual orang Yunani, thirsos dianggap alat yang suci. Buah delima juga jadi salah satu atribut Dionysus.
Biji pinus menghubungkan Dionysus dengan Kibele (perwujudan bumi yang subur) dan buah delima menghubungkan Dionysus dengan Demeter (dewi buah-buahan, dewi pertanian). Karena Dionysus ini dewa anggur, jadi akrabnya sama dewi-dewi yang begitu, kalau dewa anggur akrabnya sama Poseidon (dewa laut) kan kurang nyambung vroh XD

Ritual-ritual yang dilakukan oleh para pemuja Dionysus terkesan negatif kalo menurutku. Karena mereka memuja Dionysus dengan berpesta minum anggur di tengah hutan sampai mabok. Tapi bukan mabok judi atau mabok janda ya!
Bahkan ada beberapa kelompok yang melakukan pemujaan itu disertai dengan memakan binatang hidup-hidup. Kelompok yang seperti itu disebut Maead atau Bacchante, segerombolan perempuan sinting(?) yang rela berdesakan masuk ke hutan, nangis kenceng-kenceng, melambai-lambaikan tongkat sihir, tenggelam dalam keadaan ekstasi. Dan ritual itu dilanjutkan dengan minum darah. Tapi bukan darah suci *emang pilem pampir?*
Semua itu cuma dilakukan di jaman Yunani kuno.
Jadi ada dua gagasan tentang ritual pemujaan Dionysus, yaitu kesenangan (pesta) dan kebiadaban (ritual ala Maenad)
Dionysus itu ga 100% baik, kadang dia digambarkan sebagai dewa yang menyesatkan. Di satu sisi dia mengajarkan orang-orang bertani, berkebun, dan juga menghilangkan rasa khawatir (mungkin efek kalo minum anggur gitu ya? Ntah, aku ga pingin nyobain).
Tapi di sisi lain, Dionysus bisa mengendalikan orang dengan membuatnya mabuk (efek negatif minum khamr).

Ada cerita lagi nih…
Suatu ketika, Dionysus pernah menyamar jadi manusia terus santai-santai di tepi pantai (diem-diem doi anak pantai vroh. Wkwkwk).
Kemudian ada kapal bajak laut yang melihat Dionysus dan menculiknya karena mereka menyangka Dionysus adalah pangeran atau anak konglomelarat, eh, konglomerat.
Nah, ini nih, bagian paling aku suka dari cerita ini, penggambaran Dionysus yang aku ambil dari bukunya Edith Hamilton,
“Rambutnya yang gelap melambai menyentuh jubah ungunya dan menutupi bahunya yang kekar. Ia terlihat seperti pangeran yang mana orang tuanya pasti berani membayar mahal untuk menebus putranya. Para bajak laut itu kemudian melompat ke daratan dan menangkapnya. Mereka mengikat Dionysus di atas kapal, namun sangat menakjubkan bagi mereka karena ternyata mereka tidak dapat mengikat Dionysus, mereka juga terpental ketika menyentuh tangan atau kaki Dionysus, dan Dionysus duduk sambil menatap mereka dengan senyum di matanya yang gelap”, sebagai perempuan yang hobi nge-fangirl, aku langsung bayangin segimana ganteng dan kerennya Dionysus itu XDDD *terus yang kebayang adalah wujud Tora ‘Alice Nine’*

Melihat kejadian itu, si pengemudi kapal bajak laut yakin kalau orang yang mereka tangkap itu dewa, tapi teman-temannya ga percaya. Walaupun ga percaya tapi akhirnya mereka pergi juga, kapok mau nangkep Dionysus lagi takut kepental sampe kampung halaman. Dan sebelum kapal itu pergi, mereka menghina Dionysus (kecuali pengemudi kapal yang percaya kalau dia itu dewa).
Beneran aja, siapapun yang udah bikin dewa atau dewi marah, dia bakal kena batunya. Begitu juga sama kumpulan bajak laut itu. Dionysus ga terima karena tau-tau ditangkep udah gitu dihina. Jadi Dionysus menghukum para bajak laut itu.
Angin berhembus, tapi kapal itu ga bisa jalan, anteeeeng aja kayak patung Pancoran. Terus tau-tau tanaman anggur tumbuh dan menjalar di layar dan tiang kapal.
Seketika Dionysus yang tadinya nyamar jadi pangeran ganteng berubah jadi singa dan mengaum keras. Para bajak laut ketakutan dan melompat ke laut terus berubah jadi lumba-lumba. Tadinya mau berubah jadi ikan cupang cuman kayaknya kurang elit vroh.
Mereka semua kena batunya kecuali pengemudi kapal yang dapat ampunan dari Dionysus karena dia satu-satunya yang percaya bahwa Dionysus itu dewa.

Cerita tentang Dionysus dan bajak laut di atas ditulis dalam Hymne Homeric (abad ke-4)

Ada satu pertanyaan yang gentayangan di pikiranku setelah baca cerita itu.
Dalam rangka apa Dionysus menyamar jadi manusia dan santai-santai di tepi pantai??
Apa dia cuma pingin liat cewe-cewe sexy? Mau bikin istana pasir? Nyari keong? Ntahlah~ XD
Dionysus itu berkelana, ngebolang ke mana aja. Ga cuma di Yunani doang, tapi ke negara-negara lain. Persia, Lydia, Arab juga masuk ke daftar negeri-negeri yang pernah disinggahi Dionysus (maksudnya mungkin penyebaran buah anggur sampe ke negeri-negeri itu juga).
Ketika Dionysus melewati Thrace (wilayah bagian timur Yunani, kotanya Hera), dia dihina sama salah satu raja di Thrace. Raja itu menentang ritual pemujaan Dionysus yang dianggap buruk. Tapi akhirnya si raja mati, dibunuh Dionysus pake halilintar. Anaknya dewa petir sih, jadi senjatanya petir. Kalau anaknya dewa laut mungkin senjatanya jet pam atau pompa air *ga gitu*

Masih dalam pengembaraannya. Dionysus bertemu dengan putri dari Crete, namanya Ariadne, dia ditinggal sama pangeran yang hidupnya udah dia selamatkan. Dionysus kasian sama Ariadne, terus dari kasian jadi cintah, akhirnya Ariadne jadi istrinya Dionysus. Istri pertama tuh. Ciiieee~
Karena Ariadne bukan dewi, jadi dia ga hidup abadi. Setelah Ariadne mati, Dionysus meletakkan mahkota Ariadne di langit sebagai bintang, jadi hiasan langit.

Suatu hari, Dionysus kangen sama emaknya. Dia pergi ke Hades buat mengambil Semele. Sebenernya ga boleh sama Hades, tapi karena Dionysus itu dewa, jadi ya akhirnya Hades ngebolehin.
Dan Dionysus membawa Semele ke Olympus untuk tinggal bersama para dewa. Aselinya sih manusia ga bisa tinggal di Olympus, cuman karena Semele itu emaknya Dionysus (emaknya dewa Olympus) dan juga mantannya Zeus, jadi Zeus mengijinkan Semele buat tinggal di Olympus. Ciieee modus ciieee~ padahal aselinya Zeus biar bisa CLBK-an sama Semele. Terus ntar ada yang gondok :v *lirik Hera di pojokan*

Salah satu keburukan yang pernah dia lakukan itu waktu di Thebe, di kota kelahiran emaknya.
Ceritanya, Dionysus pergi ke Thebe buat membangun kuil. Dia pergi bersama para pengikutnya, Maenad, dengan mengendarai keretanya yang ditarik oleh harimau.
Pantheus, raja Thebe, adalah anak saudara perempuan Semele, alias sepupunya Dionysus. Tapi Pantheus ga pernah tau kalo Dionysus itu sepupunya, taunya anak Semele itu udah mati.
Tarian liar, nyanyian kegembiraan, dan tingkah laku aneh para Maenad itu ditentang keras oleh sang raja, jadi para Maenad dan Dionysus dipenjara.
Bagaimanapun, Dionysus ga bisa dipenjara. Penjara itu terbuka, dan para pengikut Dionysus berhamburan keluar lalu berlari ke bukit-bukit.
Pantheus marah, terus maki-maki Dionysus abis-abisan, tapi Dionysus tetap berbicara dengan lembut dan berusaha meyakinkan sang raja kalau yang lagi diajak bicara itu adalah dewa. Pantheus ga percaya, malah ngata-ngatain Dionysus.

Kemudian Pantheus pergi ke bukit untuk menangkap kembali para Maenad yang telah melarikan diri.
Setelah sampai di bukit, ternyata udah banyak perempuan-perempuan kota Thebe yang menjadi pengikut Dionysus, termasuk ibu dan saudara-saudara perempuan Pantheus yang jadi ‘member baru’ Maenad.
Pantheus telah menentang dewa, dan sebentar lagi hukuman dari dewa akan datang untuknya.
Dionysus mengubah Pantheus menjadi seekor singa. Para Maenad yang liar semakin hilang kendali setelah Dionysus mengontrol pikiran mereka dengan anggurnya.
Melihat singa besar jelmaan Pantheus, para Maenad langsung menyerang singa itu, merobek kulit dan mencabik-cabik dagingnya. Dan di antara para Maenad gila itu, ada satu Maenad yang dikendalikan oleh Dionysus dengan sangat liar, lebih liar dari yang lain. Dia adalah ibu Pantheus sendiri, alias tantenya Dionysus.
Setelah Pantheus mati, baru lah Dionysus menyadarkan ibu Pantheus, dan melihat kenyataan itu, ibu Pantheus menangis menyesali perbuatannya.
Bengis ih Dionysus, orang emaknya kagak ikut-ikutan ngehina jadi kena batunya gitu X’D

Bangsa Yunani bisa melihat kenyataan dengan gamblang. Mereka ga menutup mata tentang keburukan dari sesuatu yang mereka anggap baik.
Kayak anggur. Anggur memang buah yang mengandung banyak manfaat (belakangan ada produk facial foam yang pake ekstrak buah anggur XD) tapi anggur juga bisa diolah jadi minuman yang memabukkan. Makanya dewa anggur digambarkan sebagai dewa yang punya sisi baik dan sisi buruk.

Ada sepenggal bait puisi kuno (puisi ini ditulis oleh penyair Romawi) yang menggambarkan Dionysus sebagai dewa kesenangan :
Ia yang terkunci diikat dengan emas
Bacchus yang merah (merahnya karena mabuk)
Sahabat Maenad yang merupakan obor cahaya kegembiraan

Dan ada juga bait puisi yang menggambarkan Dionysus sebagai dewa yang kejam dan biadab :
Ia yang mengejek tertawa
Akan diburu sebagai mangsanya
Terjerat dan menyeretnya ke menuju kematian
Bersama pengikut Bacchus

Puisi ke dua itu juga ditulis sama penyair Romawi (karena di situ dia disebut Bacchus). “Ia yang mengejek tertawa, akan diburu sebagai mangsanya”, persis seperti apa yang dilakukan Dionysus waktu dia dihina para bajak laut, raja Thrace, dan raja Thebe.
Pada masa Yunani kuno, perayaan untuk Dionysus dilakukan di teater pada waktu musim semi, selama lima hari. Tapi perayaannya ga ngeri kayak yang dilakukan Maenad, perayaan itu dilangsungkan di teater dengan menampilkan pertunjukan-pertunjukan drama karya para penyair. Terus juga ada pestanya (pesta yang wajar) dan di sana pokoknya harus seneng-seneng. Dan selama perayaan itu, para tahanan juga dibebaskan sementara biar bisa ikut merasakan kesenangan atas perayaan Dionysus.

Ada gagasan lain yang dihubungkan dengan Dionysus, yaitu tentang kematian.
Sama seperti Persephone (dewi musim semi), Dionysus juga akan menghilang ketika datang musim dingin. Tapi dia akan kembali setelah musim dingin berakhir.
Orang-orang Yunani berpikir itu adalah perlambang bahwa orang yang mati jiwanya akan kekal. Orang yang mati jiwanya akan berpindah ke tempat lain dengan keadaan yang lain juga.

Begitulah. Para penyair Yunani kuno menyampaikan berbagai gagasan melalui karya puisi-puisinya.

Udah deh segini aja. Sebenernya pingin nulis juga tentang istri-istri Dionysus yang lain. Jadi ceritanya abis Ariadne mati kan Dionysus menduda, terus mungkin dia ga kuat lama-lama jadi duda, dan dia nyari bini lagi XD
Tapi kayaknya segini aja udah panjang yak. Besok-besok lagi deh nulisnya kalo aku lagi ga ada kerjaan.

http://fc03.deviantart.net/fs49/i/2009/156/0/1/Dionysus_by_DreamlessxPassion.jpg
http://fc03.deviantart.net/fs49/i/2009/156/0/1/Dionysus_by_DreamlessxPassion.jpg

Thanks udah mampir ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s