PERTEMPURAN TROYA [Chapter 1] _ Keputusan Paris

(ngerombeng dulu vroh) XD

Troy (Troya, Trojan), nama sebuah kota yang tak lekang oleh waktu *uhuk!*
Begitu terkenal, begitu melegenda, sampai dibikin filmnya, sampai diposting di banyak blog. Mungkin blog ini satu-satunya blog yang basi, karena memposting postingan yang udah ada di mana-mana XD
Kalau googling tentang Troy juga mungkin postingan ini ada di urutan paling belakang, di urutan yang tidak terjangkau X’D *kesian*
Abaikan! Yang penting author senang.

Ngomong-ngomong tentang Troya aku jadi inget filmnya. Pasti udah banyak yang nonton film Troy kan? Film Troy adalah salah satu film Yunani-an favoritku. Selain ceritanya yang memang aku suka, di situ juga ada bebep akuh~ X///D *mulai deh*
Orlando Bloom \\(^o^)//
Di film itu Orlando Bloom jadi pangeran Troy yang nyulik Helen. Cocok sih emang. Di Iliad dituliskan kalau Paris si penculik Helen itu ganteng banget, dan Orlando cocok banget jadi Parisnya. Yah ganteng-ganteng mesum tengil pengecut gimanaaaa gitu XD
Tapi pemeran utamanya Brad Pitt, yang berperan sebagai Achilles.
Film Troy sering diputer ulang di tipi kok. Mungkin sampe bosen ngeliatnya. Tapi aku ga pernah bosen liat Parisnya XD *ga nanya*
Kalau di Iliad, dewa-dewi Yunani ikut berperan di perang Troya, sebagian dewa dewi membela bangsa Yunani dan sebagian lagi membela bangsa Troy. Ntah deh kenapa sebagian dewa dewi Yunani itu malah belain Troy. Mungkin biar rame XD *dikeplak mbah Homer*

Oke deh, cukup ngerombengnya. Ngerombeng mulu kayak kaleng Khong Guan.
Sekarang kita mulai masuk ke cerita. Jreng jreng~
Ah, biasa aja sih -_-)

Sebuah karya sastra berjudul “Trojan Woman” bikinan Euripides mengisahkan tentang cikal bakal penyebab pertempuran Troya.
Kalau di Iliad cuma disinggung sedikit, di Trojan Woman lebih detail.
Karena cerita-cerita itu ga dikarang sama satu penyair, jadi ada bagian yang cukup bikin bingung. Dalam karya Euripides, disebutkan bahwa para dewa dan dewi menghadiri pesta pernikahan dewi Thetis dengan raja Peleus. Dan dalam Iliad, disebutkan bahwa pahlawan Yunani yang paling hebat dalam pertempuran Troy namanya Achilles, adalah anak dari Thetis dan raja Peleus. Jadi? Thetis sama Peleus baru nikah setelah Achilles udah segede itu?
Ah ntahlah. Beda pengarang beda versi, walaupun ceritanya nyambung sih XD

“Keputusan Paris” diceritakan dalam Trojan Woman karya Euripides. Dan beginilah ceritanya…
Eris (dewi perselisihan, kerjaannya bikin masalah) merasa terasing dan merasa diacuhkan gara-gara dia ga diundang ke sebuah pesta pernikahan dewi Thetis (dewi Laut) dengan raja Peleus.
Padahal semua dewa dewi diundang buat kondangan, cuma dia doang yang enggak. Eh, kayaknya Hades sama Persephone juga ga ikut kondangan deng, soalnya mereka lagi asik nonton orkes di underworld *pitnah*
Yah mungkin yang punya hajat pikir-pikir seribu kali buat ngundang Eris, karena Eris suka bikin masalah, jadi Thetis ga mau pesta nikahannya kacau cuma karena dewi yang satu itu.
Karena sebel, jadi Eris memutuskan untuk berbuat sesuatu. Dia melempar sebuah apel bertuliskan “Untuk yang tercantik” saat pesta sedang berlangsung.
Kebetulan, apel itu ditemukan sama 3 dewi cantik. Afrodit, Athena, dan Hera.
Mereka pun rebutan. Zeus jadi pusing ngeliat anak-anak sama bininya cekcok cuma perkara apel yang ada tulisannya doang.

Aphrodit : “Papih, aku yang paling cantik kan? Apel ini buat aku kan?”
Athena : “Enggak!! Yang paling cantik itu aku!”
Hera : “Heh… anak-anak kurang ajar. Beraninya ngerasa lebih cantik dari emak. Bang Zeus, bilangin ke mereka kalo aku yang paling cantik. Dan apel ini cuma buat aku!”
Zeus : “AAAAAAAAAAA…!!! AKU KUDU PIYEEEE??” *ceritanya Zeus frustasi*

Duh itu dewi-dewi udah kayak bocah aja rebutan begituan.
Daripada nanti disalahin, akhirnya Zeus nyuruh mereka pergi ke gunung Ida buat nemuin cowo paling ganteng bernama Paris.
Kata Zeus, biarin si cowo ganteng itu yang milih satu di antara 3 dewi cantik itu yang paling cantik.

Mereka lalu menemui Paris ke gunung Ida.
Paris sendiri bingung menentukan siapa yang paling cantik di antara 3 dewi itu. Ketiganya sama-sama ngotot minta dipilih Paris sebagai yang tercantik.
Hera berjanji menjadikan Paris raja Eropa dan Asia kalau Paris menentukan pilihannya ke Hera. Sementara Athena berjanji memberikan kemenangan bagi Troy dan menghancurkan Yunani. Dan Aphrodit berjanji akan memberikan seorang wanita yang paling cantik di dunia.
Duh, Paris bingung. Janjinya sama-sama menggiurkan. Tahta, harta, dan quota. Eh, wanita.

Tapi pada akhirnya Paris memberikan apel itu ke Aphrodit. Sejujurnya Paris ga bisa memilih karena alasan kecantikan 3 dewi itu, tapi Paris lebih tergiur ke janji-janji manisnya. Paris pikir-pikir, kalau milih Hera, Paris bakalan jadi raja Eropa dan Asia, tapi… jomblo. Kalau Paris pilih Athena, negri Troy akan menghancurkan Yunani dan seluruh wilayah Yunani jadi daerah kekuasaan Troy, Troy jadi makin kaya raya, tapi… Paris tetep jomblo.
Jadi Paris lebih memilih Aphrodit. Paris itu kan anaknya raja Troy, udah pasti dia bakalan jadi raja nantinya. Tapi sayang, sebagai pangeran muda yang paling ganteng sejagad, dia masih belum dipertemukan sama cewe paling cantik yang menurut dia selevel. Eh tapi padahal Paris itu selama di gunung Ida udah punya pacar, namanya Oenone, peri hutan cantik. Sayangnya dia cuma peri hutan, jadi Paris ga gitu demen-demen amat. Status pacarannya cuma buat status palsu doang X’D
Yah biar Paris ga ngerasa jones aja. Pangeran paling ganteng tapi jones, masa kalah sama Saipul Jamil, gitu kan? -_-

Jadi gitu. Paris ga sadar kalau keputusannya memilih Aphrodit akan menyebabkan perang antara negri Troy dengan Yunani.

Sekarang mulai masuk ke cerita yang diambil dari Iliad karangan Homer.

paris

Paris (ada juga yang menyebutnya Alexander, atau Alexandrus) adalah anak bungsu dari Raja Troy bernama Priam.
Paris dibuang oleh ayahnya di gunung Ida. Dia dibuang bukan karena hasil hubungan gelap atau karena terlalu ganteng, tapi Paris dibuang karena raja Priam mendengar ramalan bahwa suatu saat nanti, si Paris akan jadi penyebab kehancuran negri Troy.

Tapi tidak selamanya Paris mendiami gunung Ida, karena Aphrodit menepati janjinya. Aphrodit meminta Paris untuk pergi ke Sparta, tempat dimana terdapat wanita paling cantik bernama Helen. Yah Aphrodit itu selain dewi cinta dia kan juga menjabat(?) sebagai dewi kecantikan, jadi dia tau wanita mana yang paling cantik di dunia selain dia sendiri.
Paris menuruti perintah Aphrodit. Dia lalu pergi ke Sparta, meninggalkan gunung Ida, meninggalkan Oenone. Oenone sedih banget, tapi Parisnya biasa aja X’D

Helen itu aselinya putri dari Zeus dan Leda, sekaligus saudara perempuan dari si kembar gemini Castor dan Pollux, tapi bapaknya Helen adalah raja Tyndareus. Nah lo? Jadi ceritanya, dulu Leda (yang udah jadi istrinya raja Tyndaerus) sempet main serong sama Zeus (Zeusnya nyamar jadi angsa). Dari hasil main serongnya itu Leda melahirkan 3 anak, Castor, Pollux, dan Helen. Asal mula kelahiran Helen pernah dikisahkan sama penyair Euripides.
Helen terkenal cantiiiiiiikkkkkk banget. Cantiknya alami, bukan karena make-up atau operasi plastik.
Setiap hari ada aja pangeran atau raja yang datang ke kerajaan buat ngelamar Helen. Sampe-sampe sang raja bingung mau pilih yang mana. Tapi akhirnya raja Tyndareus menjatuhkan pilihan ke Menelaus, raja Sparta sekaligus saudara Agamemnon.

Udah kan, ceritanya Helen sama Menelaus udah nikah, dan Helen diboyong ke kerajaannya Menelaus.
Suatu ketika, Paris bertamu ke tempat Menelaus. Di Yunani, hubungan antara tamu dan penerima tamu harus terjaga dengan baik, tidak boleh saling menyakiti dan harus saling percaya. Kebetulan, waktu Paris main ke kerajaannya Menelaus, Menelaus ada tugas, jadi dia pergi ke Crete dan meninggalkan Helen bersama Paris di kerajan.
“Aku titip istriku ya!” Menelaus ngasih kepercayaan ke Paris.
“Oke!!”
Siapa yang ga bahagia dititipin perempuan paling cantik? Apalagi di balik kedatangannya sebagai tamu, ada niat busuk yang terbesit di benak Paris.
Dan siapa yang ga mau diculik sama pangeran seganteng Paris? Akakakak…. XD

Udah kan, abis itu Menelaus pulang ke Sparta, dan dia marah besar begitu mengetahui istrinya telah diculik oleh Paris.
Setelah mencari informasi dari berbagai sumber (termasuk googling XD), Menelaus pun tau bahwa ternyata Helen dibawa pulang oleh Paris ke negri asalnya, Troy.

Seluruh penduduk Troy menyambut kepulangan Paris (yang menggandeng Helen) dengan penuh suka cita. Dan raja Priam pun pada akhirnya menerima Paris kembali ke kerajaan.

Helena-Paris_Troy

Sementara itu, Menelaus yang kebakaran jenggot langsung mengumpulkan prajurit-prajurit Yunani untuk menyerang Troy dan merebut istrinya kembali.
Dan dua komandanan hebat adalah Odysseus dan Achilles. Tidak ketinggalan Agamemnon, saudara Menelaus pun ikut berlayar bersama para prajurit ke Troy.

Dan perang pun dimulai di CHAPTER 2.

Advertisements

One thought on “PERTEMPURAN TROYA [Chapter 1] _ Keputusan Paris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s